Fundamental TUGU tetap kuat didukung prospek industri asuransi umum Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan jangka panjang
IDXChannel - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatatkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,6 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 5,96 persen secara tahunan dari Rp2,4 triliun.
Sementara hasil jasa asuransi tumbuh 2,18 persen menjadi Rp461 miliar. Dikutip dari Riset Phintraco Sekuritas kinerja TUGU di sepanjang kuartal I 2026 menyoroti turunnya pendapatan investasi sebesar 8,8 persen sejalan dengan normalisasi pasar keuangan.
Sementara itu dari sisi bottom-line, TUGU berhasil memperoleh laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp266 miliar.
“Dengan capaian tersebut, laba bersih kuartal I-2026 telah merealisasikan sekitar 26 persen dari estimasi sepanjang 2026 kami sebesar Rp1,08 triliun," kata Analis Nurwachidah dalam risetnya Jumat (22/5/2026).
Nur menilai fundamental TUGU tetap kuat didukung prospek industri asuransi umum Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan jangka panjang, tercermin dari penetrasi aset industri yang masih di bawah 1 persen terhadap PDB.
Dari sisi permodalan, TUGU mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 410,9 persen pada 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120 persen, memberikan ruang untuk menopang ekspansi bisnis dan menyerap risiko underwriting.
Riset tersebut juga menyoroti keberhasilan TUGU dalam mempertahankan rating internasional AM Best A- selama delapan tahun berturut-turut, memperkuat kredibilitas perseroan di mata insured maupun reasuransi global, khususnya pada segmen energi dan marine.
“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, manajemen tetap menerapkan prudent underwriting dengan fokus pada proyek yang memiliki profil risk-reward atraktif serta menjaga kerja sama dengan reasuransi global berperingkat minimal A- untuk mempertahankan kapasitas dan pricing yang kompetitif," tulis riset tersebut.
Di sisi lain, riset tersebut juga turut mengulas rencana Danantara untuk mengonsolidasikan sekitar 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga holding utama (jiwa, umum, serta reasuransi/ kredit) pada 2026.
Menurutnya, dalam konteks tersebut, aspek keberlanjutan hubungan strategis antara Pertamina sebagai pemegang saham pengendali dengan TUGU sebagai asuransi energi nasional juga menjadi faktor yang patut dipertimbangkan dalam desain model konsolidasi.
Nur mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham TUGU dengan fair value Rp1.740/saham. “Penilaian ini didasarkan pada Dividend Discount Model serta valuasi relatif, dengan posisi P/B saat ini masih berada di bawah rata-rata +1 standar deviasi P/B lima tahun sebesar 0,47x," katanya.
(kunthi fahmar sandy)





