Grid.ID - Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) telah dibebaskan usai ditahan oleh militer Israel. Terungkap kondisi 9 WNI yang sempat diculik Israel tersebut.
Sembilan WNI tersebut tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza, Palestina.
Kapal armada mereka dicegat oleh militer Israel di sekitar perairan internasional Mediterania Timur dekat Siprus. Kesembilan WNI ditangkap dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, lalu ditahan di Penjara Ketziot, wilayah Israel.
Mereka kini telah dibebaskan dan langsung diterbangkan menuju Istanbul, Turki untuk mendapat perlindungan dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul. Kondisi 9 WNI yang sempat diculik Israel jadi sorotan.
Dilansir dari Tribunnewsbogor.com, sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap pasukan Israel mengurai cerita mengejutkan. Ternyata mereka mengalami kekerasan fisik selama masa penahanan oleh aparat Israel beberapa hari lalu. Fakta tersebut diungkap perwakilan Kemenlu RI di Turki.
“Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik,” kata Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang dibagikan Menlu RI Sugiono di akun Instagram @menluri, Jumat (22/5/2026).
Sembilan WNI tersebut sudah sampai di Istanbul, Turkiye usai bebas dari penahanan Israel dan bakal dipulangkan ke Indonesia. Kekerasan fisik yang mereka alami selama ditahan zionis antara lain berupa pemukulan hingga dialiri listrik ke tubuh.
“Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,” kata Darianto.
Kendati demikian, kondisi 9 WNI tersebut tampak baik-baik saja. Dalam video yang dibagikan Kemenlu RI tampak sembilan orang itu mengenakan kefiyeh melingkar di pundak dan menghadap ke kamera.
Di sisi lain, mengutip laman Antaranews, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi bahwa semua relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel, telah dibebaskan. Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (21/5/2026), menyampaikan bahwa pada relawan sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot oleh otoritas Israel, telah dibebaskan dari fasilitas penahanan itu.
Kini mereka sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.
Baca Juga: Andi Angga Diculik Israel Saat Jalani Misi Kemanusiaan, Ayah Sang Relawan Sempat Beri Pesan Khusus: Allah Bersamamu
"Tim hukum Adalah (organisasi HAM setempat) terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan," kata Harfin.
Dia pun menyampaikan bahwa para relawan internasional itu pun dikabarkan sempat mengalami tindak kekerasan selama penahanan, seperti pemukulan hingga penggunaan peluru karet. Namun, dia pun masih mengonfirmasi kondisi para WNI yang sempat ditahan tersebut.
Dia pun berharap aksi kekerasan tidak terjadi kepada sembilan WNI yang ditangkap oleh Israel itu. Sejauh ini, dia mengatakan proses pemulangan akan terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, dan jaringan internasional pendukung Flotilla.
Menurut dia, tim dari GPCI pun kini tengah bersiap berangkat ke Turki untuk menjemput para relawan WNI. Di samping itu, dia mengatakan GPCI juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Pada hari ini pun, kata dia, pimpinan dari GPCI juga telah bertemu dengan Kemenlu.
"Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat," kata dia.
Diwartakan sebelumnya, berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa vidio pernyataan mereka ditangkap. Adapun 9 WNI yang sempat diculik Israel tersebut, yakni: Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1 Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1(*)
Artikel Asli




