PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani dua Perjanjian Jual Beli LNG dan dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan total 830 kargo LNG untuk pasokan jangka panjang PLN Group. Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto mengatakan nilai total dari perjanjian gas di atas mencapai Rp 360 triliun.
Anak usaha PLN ini menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan South Hub LNG. Pasokan LNG berasal dari wilayah kerja Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal. Kerja sama ini berlaku untuk periode 2027–2037 dengan total volume yang disepakati mencapai 11 MT atau sekitar 190 kargo LNG.
Selain itu, PLN EPI juga menandatangani HoA LNG dengan Masela PSC untuk kontrak berdurasi 15 tahun sejak proyek mencapai Commercial Operation Date (COD) sekitar 2032 dengan total volume 37,5 MT atau setara 640 kargo LNG.
"Penandatanganan kedua kontrak jual beli LNG jangka panjang ini memastikan adanya tambahan 48,5 juta ton atau sekitar 830 kargo LNG untuk periode 2027 - 2047 dalam mendukung transisi dan ketahanan energi nasional," kata Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto, dalam siaran pers, Jumat (22/5).
PLN menyebut kesepakatan ini akan mendukung pengembangan produksi gas nasional sebagai bagian dari ketahanan energi nasional. Rakhmad menyatakan kesepakatan ini akan menjadi salah satu pembuka jalan pengembangan lapangan gas baru baik di Masela yang ada di Maluku maupun lapangan gas Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal dan West Ganal di Kalimantan Timur.
Selain kedua kontrak LNG, PLN EPI juga menandatangani PJBG dengan Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) untuk memasok gas ke PLTGU Gresik sebesar 7-10 MMSCFD untuk periode 2026–2029 dan amandemen PJBG dengan PT Pertamina (Persero) untuk kebutuhan pembangkit listrik di Tanjung Batu dan Bontang. Amandemen PJBG ini dilakukan untuk mengakomodasi penetapan alokasi gas dari Kementerian ESDM tanpa mengubah volume maupun harga.
“PLN EPI terus memperkuat sumber pasokan energi primer yang andal dan kompetitif agar kebutuhan pembangkit dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” kata Rakhmad.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan PLN tidak hanya menjual listrik, tetapi bertransformasi menjadi perusahaan energi berbasis digital melalui orkestrasi ekosistem energi primer, pembangkitan, hingga pelayanan pelanggan.
“PLN terus mendukung pengembangan lapangan gas dengan menjadi pembeli jangka panjang untuk memastikan keekonomian hulu migas terpenuhi. Keberlangsungan industri gas menjadi sangat penting dalam memastikan penyediaan listrik yang andal, efisien dan lebih hijau,” kata Darmawan.




