Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pabrikan otomotif terus memperkuat penjualan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) di pasar domestik menjelang implementasi insentif kendaraan listrik yang disiapkan pemerintah mulai Juni 2026.
Beberapa merek yang mencatatkan penjualan mobil listrik tertinggi sepanjang Januari—April 2026 di antaranya BYD, Jaecoo, Geely, hingga Hyundai. Persaingan di segmen kendaraan listrik nasional pun semakin ketat seiring bertambahnya model baru yang dipasarkan.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil listrik BEV mencapai 47.781 unit pada empat bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak 89,37% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 25.231 unit.
Di sisi lain, pemerintah tengah mempersiapkan implementasi insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026 untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Pelaksanaan stimulus tersebut rencananya dilakukan secara bertahap dengan kuota awal sebanyak 100.000 unit kendaraan listrik. Meski demikian, pemerintah juga membuka peluang penambahan kuota apabila penyerapan pasar bergerak lebih cepat dari proyeksi awal.
Dalam skema tersebut, pemerintah akan memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang difokuskan bagi kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).
Baca Juga
- Pabrikan China Ramai-ramai Genjot Mobil Listrik Rp200 Jutaan
- Mobil Listrik Tesla-Volkswagen Cs Mogok, Bisakah Didorong Seperti Kendaraan Biasa?
- Adu Spesifikasi BYD M6 DM PHEV vs Toyota Veloz Hybrid, Mana Lebih Unggul?
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan diferensiasi insentif berdasarkan jenis baterai kendaraan listrik. Mobil listrik berbasis baterai nikel disebut bakal memperoleh insentif lebih besar dibandingkan kendaraan dengan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) sebagai bagian dari strategi hilirisasi nikel nasional.
Dari sisi penjualan, BYD masih memimpin pasar mobil listrik nasional sepanjang Januari—April 2026 dengan distribusi wholesales mencapai 17.098 unit. Beberapa model andalan BYD di Indonesia antara lain Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, Sealion 7, dan Seal.
Saat ini, BYD juga tengah menyiapkan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun. Nilai investasi pembangunan pabrik tersebut diperkirakan mencapai Rp11,2 triliun.
Selanjutnya, Jaecoo membukukan wholesales sebanyak 11.006 unit melalui model J5 EV. Sementara itu, Geely mencatatkan distribusi sebanyak 4.516 unit pada periode yang sama.
Wuling juga mencatatkan penjualan sebesar 3.699 unit. Perseroan saat ini memiliki fasilitas perakitan seluas 60 hektare di Cikarang, Jawa Barat. Sejumlah model kendaraan listrik Wuling seperti Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV juga telah diekspor ke berbagai negara.
Secara keseluruhan, penjualan wholesales mobil nasional sepanjang Januari—April 2026 tercatat mencapai 289.787 unit atau tumbuh 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 257.647 unit.
Sementara itu, penjualan ritel pada empat bulan pertama 2026 mencapai 287.581 unit, meningkat 6,9% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 268.940 unit.




