Jakarta, ERANASIONAL.COM – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk setelah lonjakan besar kasus infeksi kulit dilaporkan dalam lima bulan pertama tahun 2026.
United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) for Palestine mengungkapkan lebih dari 125 ribu kasus infeksi kulit yang berkaitan dengan tikus dan parasit tercatat sejak Januari hingga Mei tahun ini.
Lembaga PBB untuk pengungsi Palestina itu menyebut kondisi kesehatan masyarakat di Gaza semakin mengkhawatirkan.
Kondisi penyebaran penyakit itu dipicu memburuknya sanitasi dan meningkatnya populasi hewan pengerat di wilayah yang masih diblokade tersebut.
“Krisis lain terjadi di Jalur Gaza. Tikus dan parasit merajalela. Infeksi kulit menyebar. Risiko penyakit meningkat,” tulis UNRWA melalui platform media sosial X dikutip dari Anadolu, Jumat, (22/5/2026).
UNRWA menjelaskan ratusan tenaga medis mereka saat ini menangani sekitar 400 kasus infeksi setiap hari.
Namun, keterbatasan pasokan obat-obatan membuat penanganan medis belum dapat dilakukan secara maksimal.
“Ratusan personel medis UNRWA menangani sekitar 400 kasus per hari, tetapi mereka dapat melakukan lebih banyak lagi jika mereka menerima jumlah obat-obatan yang memadai,” lanjut pernyataan UNRWA.
Lembaga itu kembali menegaskan bahwa lebih dari 125 ribu kasus infeksi kulit terkait tikus dan parasit telah dilaporkan sepanjang Januari hingga Mei 2026.
“Pasokan harus diizinkan masuk ke Gaza dalam skala besar,” demikian informasi dari UNRWA.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 877 warga Palestina tewas dan 2.602 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.
Sementara itu, sejak serangan besar Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 72 ribu warga Palestina dilaporkan meninggal dunia, mayoritas perempuan dan anak-anak. S
elain itu, lebih dari 172 ribu orang lainnya mengalami luka-luka akibat konflik berkepanjangan tersebut.
Meski gencatan senjata sempat diumumkan tahun lalu, Israel disebut masih membatasi masuknya bantuan kemanusiaan yang telah disepakati ke wilayah Gaza.
Kondisi tersebut memperparah situasi sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk 1,5 juta pengungsi yang kini hidup dalam kondisi kemanusiaan sangat memprihatinkan. []





