Bukan Cuma Modal Volume, Alasan Ini Bikin Indonesia Jadi Anak Emas Vespa di Asia

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

CEO Piaggio Asia Pacific (APAC), Gianluca Fiume menyebut Indonesia kini menjadi pasar terpenting Vespa di kawasan Asia. Menurutnya, besarnya antusiasme masyarakat, hingga kuatnya budaya komunitas membuat Indonesia memiliki posisi strategis bagi perkembangan merek asal Italia tersebut.

"Indonesia bagi Piaggio adalah pasar yang besar, bahan paling penting buat kami." buka Gianluca saat sesi wawancara bersama media dari Indonesia, termasuk kumparan di Vietnam, Sabtu (16/5).

Menurutnya Indonesia bukan sekadar pasar dengan volume besar. Dirinya menilai karakter konsumen roda dua di Tanah Air sangat dinamis, dekat dengan tren gaya hidup, serta memiliki rasa eksplorasi tinggi yang selaras dengan citra Vespa.

Ia juga mengatakan, populasi muda di Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa Vespa terus berkembang dan relevan di pasar domestik. Selain itu, adanya komunitas yang kuat turut membuat hubungan antara merek dan pengguna menjadi lebih emosional.

“Indonesia sangat dinamis, muda, penasaran, dan selalu ingin mengeksplorasi masa depan. Itu menjadi tempat yang ideal bagi Vespa,” katanya.

Tambahnya lagi, perkembangan Vespa di Indonesia juga ikut memengaruhi arah pengembangan Piaggio secara global. Bahkan, pengalaman berkendara konsumen di Asia termasuk Indonesia, disebut membantu pengembangan teknologi mesin modern Vespa.

Salah satu contohnya adalah mesin i-Get yang kini digunakan pada berbagai model Vespa modern. Teknologi tersebut lahir dari pengalaman Piaggio mempelajari kondisi berkendara di Asia, mulai dari iklim hingga pola penggunaan harian.

“Asia menjadi experiential hub bagi Piaggio Group agar tetap relevan secara global,” jelasnya.

Di Indonesia sendiri, Piaggio telah memperkuat investasinya lewat kehadiran pabrik perakitan di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut mulai beroperasi sejak 2022 dan menjadi basis produksi beberapa model Vespa untuk pasar domestik.

Gianluca menambahkan, untuk saat ini fokus utama fasilitas tersebut masih ditujukan memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang terus berkembang. “Belum (ekspor). Misinya saat ini adalah melayani pasar Indonesia,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemdiktisaintek Pastikan Pemeriksaan Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI Masih Berjalan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
"Bobotoh": Ketika Sepak Bola Menjadi Identitas Kultural Sunda
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Rumah Tempat Hajatan Pernikahan di Jember Terbakar, Api Diduga akibat Kebocoran Gas
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Maarten Paes Akhirnya Dapat Pengakuan Fans Belanda usai Bantu Ajax Menang, Pilar Timnas Indonesia Dipuji dan Berpeluang Lolos ke Conference League
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
200.000 Anak Indonesia Terpapar Judol, Puan: Krisis Perlindungan Anak di Ruang Digital
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.