Gagal Taklukkan Persib Bandung, PSM Makassar Jadikan Madura United Sebagai Ajang Pelampiasan

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, BANGKALAN — Musim panjang Super League 2025/2026 akan mencapai garis akhirnya di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5). Namun bagi dua tim yang saling berhadapan, laga ini jauh dari sekadar pertandingan penutup musim. Ada harga diri, tekanan, dan nasib yang dipertaruhkan dalam 90 menit terakhir itu.

Di satu sisi, PSM Makassar datang membawa luka setelah gagal membendung laju Persib Bandung pada laga sebelumnya. Kekalahan 2-1 dari Maung Bandung menjadi pukulan yang membuat Pasukan Ramang tak ingin kembali terpeleset. Sementara di sisi lain, Madura United berada di ujung tanduk. Kemenangan menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Atmosfer panas sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Kedua tim datang dengan misi besar yang berbeda, tetapi sama-sama mendesak.

Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin menegaskan timnya tidak datang ke Bangkalan untuk sekadar menjalani formalitas pertandingan terakhir musim ini. Kekalahan dari Persib disebut menjadi bahan bakar tambahan bagi skuad Juku Eja untuk tampil lebih agresif.

“Kami ingin mengakhiri laga dengan indah. Kami mau menang di kandang Madura,” ujar Ahmad Amiruddin di sesi jumpa pers, Jumat, 22 Mei 2026.

Bagi PSM, kemenangan akan menjadi penutup yang penting. Setelah melalui musim yang penuh naik turun, Pasukan Ramang ingin memastikan mereka pulang dengan kepala tegak. Ahmad Amiruddin menyebut seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan memahami betapa pentingnya laga ini, bukan hanya bagi PSM tetapi juga bagi lawan mereka.

Menurutnya, duel melawan Madura United dipastikan berjalan keras karena kedua tim memiliki kepentingan besar. PSM ingin menebus kegagalan sebelumnya, sedangkan Madura United sedang berjuang menyelamatkan hidup mereka di kompetisi.

Amiruddin menjelaskan pemainnya siap tampil habis-habisan di laga nanti. Kemenangan di laga nanti jadi momentum baik.

“Ini akan jadi laga bagus apalagi Madura juga butuh menang agar lolos degradasi,” katanya.

Situasi itu membuat pertandingan diprediksi berlangsung terbuka sejak menit awal. PSM kemungkinan akan tampil menekan untuk menghapus memori kekalahan dari Persib, sementara Madura United dipastikan bermain penuh determinasi demi menghindari ancaman turun kasta.

Bagi Madura United, pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin. Ini soal menjaga eksistensi klub di Super League. Seluruh elemen tim menyadari bahwa nasib mereka kini benar-benar ditentukan oleh satu pertandingan terakhir.

Pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, mengaku timnya sudah melakukan persiapan maksimal. Tekanan besar yang mengiringi pertandingan tidak ingin dijadikan beban berlebihan oleh skuad Laskar Sape Kerrab.

“Mudah-mudahan apa yang kami persiapkan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Rakhmat Basuki, atau yang akrab disapa RB, memahami betul situasi sulit yang sedang dihadapi anak asuhnya. Namun dia percaya pengalaman dan mental bertanding para pemain akan membantu mereka melewati tekanan tersebut.

RB menuturkan tekanan besar memang sedang dipikul oleh Lulinha dan kawan-kawan. Namun, dia yakin anak asuhnya mampu mengatasi tekanan tersebut.

“Sepak bola memang seperti ini. Kami harus bisa mencintai dinamika yang ada. Kami akan menikmatinya dengan bekerja keras serta bertarung sampai akhir,” tegasnya.

Kalimat itu seolah menggambarkan bagaimana Madura United mencoba berdamai dengan situasi penuh ketegangan yang mereka hadapi. Tidak ada ruang untuk rasa takut. Yang ada hanyalah tekad untuk bertahan.

Bahkan manajemen klub juga turun langsung memberi suntikan motivasi. Bonus kemenangan sudah disiapkan untuk memacu semangat pemain agar tampil habis-habisan di laga penentuan ini.

Manajemen Madura United juga sudah menyiapkan bonus jika tim mampu menang melawan PSM besok. Namun, RB meminta para pemain tetap fokus pada pertandingan.

“Yang jelas, reward dari manajemen pasti ada. Insyaallah, itu tidak akan pernah diingkari oleh manajemen,” tuturnya.

Dukungan moral juga datang langsung dari Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Ia meminta seluruh pemain mengerahkan kemampuan terbaik demi menjaga nama besar klub tetap berada di Super League.

“Kami harus menentukan nasib di tangan sendiri,” katanya.

Achsanul menegaskan laga melawan PSM bukan hanya pertandingan biasa bagi masyarakat Madura. Ada kebanggaan daerah yang ikut dipertaruhkan di dalamnya.

“Saya sampaikan bahwa klub ini milik orang Madura. Semoga kami bisa memenangkan pertandingan melawan PSM,” harapnya.

Di atas lapangan nanti, duel dipastikan bukan hanya soal strategi dan taktik. Ini tentang mentalitas. Tentang siapa yang mampu mengendalikan tekanan di pertandingan terakhir musim ini.

PSM Makassar datang dengan ambisi pelampiasan setelah gagal menaklukkan Persib Bandung. Sementara Madura United bertarung demi hidup mati mereka di kompetisi. Dua kepentingan besar itu akan bertemu dalam satu panggung yang dipastikan sarat tensi, emosi, dan drama hingga peluit panjang berbunyi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satlantas Bekasi: Kasus Taksi Green SM Tak Terkait Tabrakan KRL vs Argo Anggrek
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
11 Negara Panggil Dubes Israel usai Video Aktivis Flotilla Gaza Diperlakukan Tidak Manusiawi
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dilema Gen Z di Tengah Ekonomi Sulit: Masihkah ASN Jadi Pilihan Bijak?
• 53 menit lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Arema FC Vs PSIM di BRI Super League
• 5 jam lalubola.com
thumb
6 Dosen UPN Yogya Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terancam Dipecat
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.