Jakarta, VIVA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melaporkan, nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) pada tahun 2024 mencapai Rp 33.214,89 triliun, atau naik 29,34 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp 25.679,97 triliun.
Direktur PT Invetra Teknologi Berjangka, Jufri Sinurat mengatakan, jumlah nasabah pialang berjangka Indonesia yang terus bertumbuh itu mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen derivatif, seperti misalnya forex dan komoditas sebagai komponen strategi investasi yang lebih luas.
"Kondisi ini membuka peluang bagi platform trading yang mampu menawarkan efisiensi dan kemudahan akses," kata Jufri dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.
- U-Report
Merespons fenomena tersebut, Invetra Teknologi Berjangka pun meluncurkan platform trading digital Invetra, yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan trader Indonesia di tengah pertumbuhan pasar perdagangan berjangka yang terus meningkat.
"Invetra dirancang dengan presisi untuk melengkapi gaya trading investor Indonesia, guna menghadirkan pengalaman yang mulus dan berperforma tinggi sejak hari pertama," ujarnya.
Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan layanan keuangan digital. Laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksi, ekonomi digital Indonesia bakal mencapai US$360 miliar pada tahun 2030 mendatang.
Jufri mengatakan Invetra fokus pada perdagangan forex dan komoditas, karena pihaknya memang berusaha untuk menjadi segalanya bagi semua orang.
"Dengan berkonsentrasi pada forex dan komoditas, kami membangun kedalaman, efisiensi, dan nilai di pasar-pasar di mana trader Indonesia sudah sangat aktif," kata Jufri.
Menurutnya, pasar Indonesia menjadi salah satu rumah bagi komunitas trader forex dan komoditas, yang berkembang sangat pesat dan semakin sophisticated. Invetra pun sengaja dirancang secara khusus untuk memberdayakan komunitas ini.
Saat ini, industri perdagangan berjangka di Indonesia menurutnya diisi oleh sejumlah broker berlisensi Bappebti dan semakin kompetitif. Invetra pun mencoba masuk dengan menawarkan efisiensi sistem, dan pengalaman pengguna bagi trader aktif.
"Inilah yang menjadi landasan kami menghadirkan platform yang memahami kebutuhan mereka, dan berkembang seiring dengan ambisi para trader," ujarnya.





