Jumhur soal Film Pesta Babi: Tak Semua Urusan Bisnis Batal Oleh Lingkungan

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, merespons film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Awalnya, Jumhur ditanya terkait isu kerusakan lingkungan yang terjadi di beberapa daerah.

Jumhur menegaskan Kementerian LH di bawah kepemimpinannya akan banyak menjatuhkan sanksi kepada perusak lingkungan.

"Nah, karena itu, maaf, rezim KLH sekarang adalah rezim sanksi. Kita memberikan ratusan sanksi kepada banyak pihak, karena memang 10 tahun mereka nikmat sekali tanpa ada pengawasan yang serius di dunia industri, pertambangan, extractive industry, pemerintah daerah. Ada lebih dari 330 pemerintah daerah yang kita berikan sanksi karena mereka lalai misalnya mengelola sampah. Nah, itu kemudian terjadi pada saat ini," kata Jumhur di Universitas Islam Internasional Indonesia, Depok, Jumat (22/5).

"Namun sekarang, setelah cukup 1,5 tahun rezim sanksi itu berjalan dan terus berjalan, kita tambah dengan rezim solusi. Jadi kita semua kerja keras, para deputi, teman-teman, pengusaha, neighboring country, friendly countries, gitu ya, itu semua mendukung kita untuk mencarikan solusi," lanjutnya.

Menurutnya, saat ini pengawasan melibatkan teknologi. Ia yakin pengawasan saat ini akan membuat permasalahan lingkungan membaik.

"Teknologi apa, manajemennya seperti apa, semua bekerja untuk solusi. Jadi teguran, ini solusinya, ayo kerjakan sama-sama. Mudah-mudahan dalam waktu singkat keinginan kita semua, Indonesia lebih naik kelasnya dalam urusan lingkungan," jelasnya.

Jumhur kemudian merespons soal film Pesta Babi. Menurutnya, tak semua urusan bisnis batal karena persoalan lingkungan.

"Ya, saya rasa memang tidak semua urusan bisnis harus selalu otomatis dibatalkan oleh urusan lingkungan. Karena ada trade-off antara kadang-kadang bagaimana kita memikirkan kedaulatan pangan dan sebagainya," bebernya.

Ia memastikan Kementerian LH akan mengawasi persoalan lingkungan.

"Tapi tentunya semua dalam pengawasan yang ketat lah, kira-kira begitu," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Terima Menteri ATR-Dirut KAI, Bahas PSN
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
11 Negara Panggil Dubes Israel usai Video Aktivis Flotilla Gaza Diperlakukan Tidak Manusiawi
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jateng Perkuat Infrastruktur Pertanian Antisipasi Puncak Kemarau
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah dan DPR Bersinergi Kawal SPMB Ramah 2026/2027 Bebas Diskriminasi
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sopir Taxi Green SM Jadi Tersangka, Apa Ada Kaitannya Dengan Insiden Argo Bromo vs KRL di Bekasi?
• 13 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.