Jelang Iduladha, Populasi Ternak di Jateng Sentuh 6,41 Juta Ekor

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan pasokan dan kelaikan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

“Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 2026,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares pada Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan proyeksi Distannak Provinsi Jawa Tengah, populasi ternak di Jawa Tengah saat ini berkisar di angka 6,41 juta ekor. Jumlah tersebut terdiri dari  1,39 juta ekor sapi, 1,42 juta ekor domba, serta didominasi oleh komoditas kambing yang menyentuh angka 3.598.605 ekor.

Frans, sapaan akrabnya, menyebut kebutuhan riil masyarakat selama periode Iduladha mendatang berkisar di angka 10% dari total populasi ternak yang ada di Jawa Tengah. Lewat manajemen logistik dan pengawasan lalu lintas ternak yang ketat, Frans yakin fluktuasi harga hewan kurban di Jawa Tengah akan relatif terkendali.

Besarnya jumlah hewan ternak di Jawa Tengah juga menjadi potensi tersendiri. Frans menyebut, kondisi itu semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu penyangga subsektor peternakan di tingkat nasional.

Langkah pengawasan hulu ke hilir pun diintensifkan demi menjamin aspek kesehatan serta kehalalan seluruh hewan konsumsi masyarakat.

Selain itu, potensi pada subsektor peternakan di Jawa Tengah juga diharapkan mampu menjadi katalisator utama bagi perwujudan ketahanan pangan ekosistem agraria. Pengembangan ekosistem ini juga ditujukan untuk menumbuhkan gerakan konsumsi protein hewani yang sehat, utuh, dan halal di tataran masyarakat luas.

Distannak Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan volume produksi daging tahun ini akan mencapai 942.496 ton, disusul produksi telur sebesar 917.862.000 ton, dan produksi susu segar yang ditargetkan mampu menyentuh angka 76.570 ton. Lonjakan produksi ini ditopang oleh optimalisasi teknologi reproduksi dan kehadiran tenaga ahli di lapangan.

Saat ini Jawa Tengah memiliki sebanyak 766 orang inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Para inseminator ini menjadi ujung tombak pelayanan reproduksi ternak karena konsistensistensi mereka dalam memberikan pelayanan inseminasi buatan, sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu genetik ternak.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memberikan apresiasi terhadap capaian indikator makro peternakan ini. Menurutnya, pemenuhan target domestik merupakan langkah krusial sebelum merealisasikan target substitusi impor.

Penguatan kelembagaan peternak lokal menjadi kunci utama dalam mengakselerasi kemandirian pangan nasional.

Sumarno menyebut, swasembada daging di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dukungan dari semua pihak, terutama peternak, masih sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan mereka adalah pelaku utama untuk menuju swasembada daging di Indonesia agar sistem ketahanan pangan nasional menjadi lebih efisien dan berkualitas.

Guna memastikan seluruh komoditas peternakan tersebut memenuhi standar mutu konsumsi dan syariat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan pengawasan hulu ke hilir.

Langkah mitigasi risiko yang diterapkan meliputi pengetatan lalu lintas ternak antarwilayah, pelaksanaan vaksinasi massal, pemberian suplemen vitamin, penanganan penyakit zoonosis, hingga fasilitasi uji kompetensi juru sembelih halal. Penguatan koordinasi lintas sektoral pun terus dijalin bersama pemerintah kabupaten dan kota guna menghadapi momentum Iduladha 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uang Beredar April 2026 Capai Rp10.253,7 Triliun, Tumbuh 9,2 Persen
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
PLN Jelaskan Penyebab Listrik Padam di Sumut, Sumbar, dan Aceh
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Muhammadiyah Berduka Ketua Mejelis Tarjih dan Tajdid Prof Hamim Ilyas Wafat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 23 Mei 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Turun Lagi, Harga Emas Antam Dibanderol Rp2,773 Juta/Gram Hari Ini
• 59 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.