Uang Beredar April 2026 Capai Rp10.253,7 Triliun, Tumbuh 9,2 Persen

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.253,7 triliun pada April 2026.

Uang Beredar April 2026 Capai Rp10.253,7 Triliun, Tumbuh 9,2 Persen. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.253,7 triliun pada April 2026.

Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 9,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh 9,7 persen yoy.

Baca Juga:
Uang Beredar Melejit 9,6 Persen Jadi Rp10.133 Triliun di Desember 2025

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 13,6 persen yoy dan uang kuasi sebesar 4,7 persen yoy,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Dia menjelaskan, peningkatan M2 pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit.

Baca Juga:
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Januari 2026

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 38,6 persen (yoy), menurun dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 39,1 persen (yoy). 

Baca Juga:
BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Melambat di Februari 2026

Penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen (yoy). 

Sementara itu, Uang Primer (M0) adjusted pada April 2026 tumbuh 14,3 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen (yoy), sehingga tercatat sebesar Rp2.232,2 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted3 sebesar 21,6 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6 persen (yoy). 

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Buka Suara Soal Dugaan Penyimpangan Pengadaan Makan Bergizi Gratis
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
UPN Yogya: Tujuh Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Satu dari Kampus Luar
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Tambang Tumbuh, Peredaran Rokok Ilegal Marak di Jayapura
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Perkuat Implementasi Kebijakan dan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Percepatan Sensus OAP
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
5.454 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan di Batam, BI Kepri Perkuat Perlindungan Rupiah
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.