JAKARTA, KOMPAS.com - Warga mengalami sesak napas imbas kebakaran gudang plastik di Cengkareng, Jakarta Barat belum padam sepenuhnya hingga hari kelima, Jumat (22/5/2026) sore.
Sefti (37), salah satu warga setempat, mengaku penyakit asmanya sampai kambuh akibat polusi udara yang mengepung rumahnya selama berhari-hari.
"Kebetulan saya ada asma kan, jadinya berasa banget, kambuh gitulah semalam. Baru ini sih tadi malam doang kambuh sama malam ini. Yang parah, hari ini parah banget," kata Sefti saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi, Jumat.
Baca juga: Hari Kelima, Kebakaran Gudang Plastik di Jakbar Belum Padam
Sefti menjelaskan bahwa asap kebakaran tersebut sangat pekat hingga masuk ke dalam rumah, meskipun seluruh ventilasi telah ditutup rapat.
"Aku di dalam ya tadi malam itu tidur, bangun tidur itu di kamar tuh rasanya kayak bau asap, bau debu. Kayak gunung habis meletus abunya itu. Padahal ruang tertutup, jendela enggak dibuka, pintu enggak dibuka, pakai AC juga, tapi tetap saja baunya masuk," ungkap Sefti.
Selain memicu sesak napas, abu yang beterbangan juga membuat mata warga terasa perih.
Dokumentasi: Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Kebakaran gudang plastik di kawasan Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, masih belum berhasil dipadamkan hingga memasuki hari keempat pada Kamis (21/5/2026) siang.
Kondisi ini memaksa warga untuk harus mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah sehari-hari.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Aldi (28), warga RT 02 RW 04 Kapuk. Ia menyebut kualitas udara yang memburuk, terlebih saat petugas pemadam sedang membongkar puing reruntuhan menggunakan alat berat yang memicu asap hitam kembali membubung.
"Kalau dibilang mengganggu, ya sebenarnya cukup mengganggu, apalagi ke kesehatan kita lah gitu. Ini napas saja tuh enggak enak, kadang nyegak bikin kayak kita mau panas dalam gitu, di tenggorokan nyangkut," tutur Aldi.
Saking kotornya udara di sekitar lokasi, debu hitam bahkan menumpuk di area hidung karena terlalu banyak menghirup asap.
Baca juga: Sudah 4 Hari Terbakar, Apa yang Bikin Api Gudang Plastik di Jakbar Sulit Dipadamkan?
Titi (64), seorang lansia yang sehari-hari berjualan makanan di dekat lokasi kebakaran, juga merasakan hal serupa.
Asap yang terus mengepul membuatnya sering terbatuk-batuk saat melayani pembeli.
"Alhamdulillah sih tetap normal (jualan), cuma paling ya harus pakai masker saja. Saya suka jadi batuk-batuk saja kadang, namanya sudah tua kan," ucap Titi.
Ia pun sempat merasa kesulitan karena berjualan makanan dan takut terkontaminasi oleh asap.