Toyota dan Honda Siapkan Strategi Jaga Penjualan setelah BI Rate Naik

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen otomotif seperti Toyota dan Honda mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga penjualan kendaraan setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Vice President Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan perseroan mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional yang turut memengaruhi kondisi pasar otomotif domestik.

"Karena dengan naiknya suku bunga acuan, diharapkan bisa menjaga stabilitas rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta mengendalikan potensi tekanan inflasi," ujar Ernando kepada Bisnis, Jumat (22/5/2026).

Selain itu, Toyota terus memantau implementasi kebijakan suku bunga acuan di sektor perbankan maupun lembaga pembiayaan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota masih menjadi pemimpin pasar otomotif nasional dengan distribusi wholesales mencapai 86.270 unit sepanjang Januari–April 2026.

Adapun lima model dengan kontribusi wholesales terbesar Toyota selama periode tersebut yakni Kijang Innova sebanyak 21.079 unit, Avanza 12.351 unit, Rush 10.946 unit, Calya 10.758 unit, dan Veloz HEV sebanyak 6.134 unit.

Baca Juga

  • Pengusaha Minta Insentif Pemerintah Diperluas ke Kendaraan Niaga Listrik
  • Persaingan Mobil Listrik Kian Sengit, BYD Dibuntuti Jaecoo hingga Geely
  • Honda Alihkan Investasi Jangka Menegah ke Pengembangan Hybrid

"Untuk menjaga sentimen positif ini, kami bersama jaringan dealer dan partner financing terus berupaya menghadirkan paket pembelian yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen," katanya.

Sejumlah program yang disiapkan Toyota antara lain opsi uang muka atau down payment (DP) rendah, tenor kredit lebih panjang, skema cicilan fleksibel, hingga program jaminan harga jual kembali untuk Veloz HEV.

Terpisah, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi industri otomotif karena mayoritas pembelian kendaraan di Indonesia masih menggunakan fasilitas kredit.

"Dengan bunga yang lebih tinggi, cicilan konsumen juga dapat ikut meningkat sehingga masyarakat menjadi lebih selektif dalam mengambil keputusan pembelian kendaraan," ujar Billy kepada Bisnis, Jumat (22/5/2026).

Meski demikian, Honda menilai kebutuhan mobilitas masyarakat masih tetap ada sehingga pasar otomotif masih memiliki peluang, walaupun persaingan industri diperkirakan semakin dinamis.

Karena itu, Honda terus menghadirkan produk sesuai kebutuhan pasar, mulai dari kendaraan hemat bahan bakar hingga model hybrid dan elektrifikasi. Salah satu model mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) yang akan diluncurkan perseroan yakni Honda Super One.

"Kami juga menawarkan program penjualan dan layanan purna jual yang kompetitif guna menjaga minat beli serta memberikan kemudahan kepemilikan kendaraan bagi konsumen," pungkas Billy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Rupiah Sengaja Dilemahkan, Akademisi: Keliatan Sekali Nggak Ngerti Ekonomi
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG Ungkap Penyebab Wilayah Indonesia Masih Hujan Meski Memasuki Musim Kemarau 2026
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Tertekan, Menkeu Tegaskan Kondisi RI Tak Seburuk Krisis 1998
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Bahagia di Akhir Laga: Jadi Kado buat Bonek di GBT, Persik Patut Waspada
• 16 jam laluharianfajar
thumb
HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
• 23 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.