BEKASI, KOMPAS.com - Pedagang sembako di Pasar Baru, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sulastri (37), mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dan kantong plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Yang naiknya lumayan itu plastik sama minyak. Plastik sebelumnya Rp 9.000 sekarang sampai Rp 15.000. Yang kantong tentengan dulu Rp 12.000, sekarang sampai Rp 20.000,” ujar Sulastri saat ditemui Kompas.com di kiosnya, Jumat (22/5/2026).
Selain plastik, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan cukup tinggi.
Baca juga: Harga Beras Premium dan Minyak Goreng Kompak Naik di Malang, Pedagang Keluhkan Daya Beli Anjlok
Menurut dia, harga minyak yang sebelumnya sekitar Rp 17.000 kini mencapai Rp 22.000.
Menurut Sulastri, kenaikan harga kebutuhan pokok berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Banyak pelanggan kini mengurangi jumlah belanja karena harga barang semakin mahal.
“Karena harganya pada naik, daya beli masyarakat jadinya kurang. Yang biasanya belanja Rp 500.000 sekarang paling Rp 200.000. Yang dulu Rp 1 juta sekarang Rp 300.000,” ujar dia.
Baca juga: Kenapa Harga Cabai, Bawang, dan Daging Ayam di Jakarta Naik? Ini Penjelasan Dinas KPKP
Ia menuturkan, kondisi pasar semakin sulit dalam dua tahun terakhir.
Bahkan, menurut dia, situasi saat ini lebih berat dibanding masa pandemi Covid-19.
“Pokoknya semakin menurun sehabis Corona. Waktu Corona masih lumayan, sekarang malah lebih sepi,” ucap Sulastri.
Di tengah kenaikan harga tersebut, kondisi pasar yang semakin sepi membuat omzet penjualannya turun drastis.
Sulastri bahkan mengalami penurunan omzet hingga sekitar 75 persen.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Baru Bekasi Stabil, Cabai Rawit Merah Masih Tertinggi
“Namanya usaha sembako, dulu bisa Rp 10 juta sehari. Sekarang paling tinggal 25 persennya,” kata dia.
Sulastri menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab pasar tradisional semakin sepi.