DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI sepakat membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua.

Sekretariat Jenderal DPD RI telah merilis informasi ini.

Keputusan tersebut diputuskan dalam Sidang Paripurna Ke-10 di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

"Sesuai dengan Rapat Pimpinan DPD RI dan Rapat Pleno Panitia Musyawarah (Panmus) Ke-8 DPD RI tanggal 21 Mei 2026 disepakati Pembentukan Panitia Khusus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua," kata Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, Jumat.

Baca juga: Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Kawal Pembangunan Daerah 3T, Termasuk Papua

Pihaknya telah menerima aspirasi dari masyarakat di Papua terkait eskalasi konflik dan dampak kemanusiaan yang terus berulang di Papua yang terjadi sejak tahun 2025.

Sultan menambahkan, kasus terbaru terjadi pada 14 April 2026 di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak yang menyebabkan korban jiwa dari sipil.

"Selain jatuhnya korban jiwa, dampak konflik ini juga memaksa puluhan ribu masyarakat untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman," ungkap dia.

Baca juga: Purbaya Sebut Nasib Dirjen Bea Cukai Ditentukan Pekan Depan: Saya Ikuti Perintah Presiden

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, pembentukan Pansus tersebut dipandang penting agar DPD dapat melakukan pendalaman, pengawasan, serta evaluasi terhadap kebijakan serta pendekatan Keamanan di Papua.

"Sekaligus merumuskan rekomendasi penyelesaian konflik yang humanis, dialogis dan berorientasi pada perlindungan masyarakat sipil, hak asasi manusia serta percepatan pemulihan kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sovereign Cloud Mulai Jadi Prioritas Perusahaan
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Astrindo (BIPI) Bakal Jual Aset Batu Bara di Kalimantan Senilai Rp1,79 Triliun
• 7 menit laluidxchannel.com
thumb
Bursa Respons Kritik Investor, Aturan FCA Lagi Dievaluasi
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mati Listrik Massal di Sumatra, Pemerintah Merespons Begini
• 47 menit lalujpnn.com
thumb
PLN Ungkap UID S2JB Penyebab Listrik Padam dan Blackout di Sumsel
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.