Polda Metro Usut Sosok Dalang di Balik Aksi Begal di Jakarta

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Polda Metro Jaya mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual atau dalang yang berada di balik sejumlah aksi begal yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu belakangan.

“Apakah ini murni atau ada yang menunggangi? Tentunya dalam proses penyidikan kami tidak berhenti hanya pada apa yang sudah kami lakukan penangkapan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam jumpa pers, Jumat (22/5).

Iman mengatakan, pendalaman dilakukan melalui analisis digital terhadap ratusan gawai yang disita dari pelaku maupun penadah. Analisis tersebut dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya.

“Sampai 200 gawai yang kami amankan atau kami sita dari tangan pelaku maupun para penadahnya, kami sedang melakukan analisa digital pada laboratorium digital forensik Polri,” kata Iman dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (22/5).

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila hasil laboratorium forensik digital menemukan indikasi adanya pihak yang menggerakkan jaringan tersebut, polisi akan melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Kalau kami menemukan informasi digital dari hasil laboratorium forensik digital Polri ini, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus lakukan pengembangan dan pengungkapan pada jaringan yang berada di atasnya atau yang mungkin menggerakannya,” ujarnya.

Dalam proses pengungkapan, Polda Metro Jaya juga menangkap pelaku penadahan barang hasil kejahatan yang termasuk dalam total 173 tersangka yang diamankan sepanjang 1–22 Mei 2026.

Selain penyidikan, Polda Metro Jaya menyebut telah menjalankan sejumlah langkah konkret untuk merespons tren begal yang meningkat.

Iman mengatakan, langkah pertama dilakukan melalui penegakan hukum dan pembentukan Tim Pemburu Begal.

Di sisi lain, polisi juga memperkuat upaya preventif lewat patroli berlapis mulai tingkat Polsek, Koramil, kecamatan, hingga level Polres, Kodim, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta.

“Patroli dilakukan skala besar, skala sedang, maupun skala kecil,” kata Iman.

Selain patroli, Polda Metro Jaya bersama Direktorat Binmas, Pemprov DKI Jakarta, dan Kodam Jaya juga menjalankan langkah preemtif untuk membangun kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.

“Ketika kesadaran masyarakat ini terbangun dengan baik dan masyarakat peka dengan lingkungannya, maka kesempatan pelaku untuk melakukan kejahatannya akan semakin sempit,” ujarnya.

Iman menyebut langkah itu dilakukan berdasarkan teori kriminologi bahwa kejahatan terjadi saat niat bertemu kesempatan.

“Upaya-upaya preventif kami adalah mempersempit dan menghilangkan kesempatan bagi para pelaku untuk melakukan kejahatannya,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sumatra Blackout, Warga Diminta Lapor Jika Ada Kondisi Darurat
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Komdigi Targetkan Aturan PSE Asing Rampung Tahun Ini, Roblox Diminta Buka Kantor
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
TERBARU! Kesiapan Puncak Haji 2026 dari Mekkah, Begini Agenda Timwas DPR | KOMPAS SIANG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Andre Rosiade: Komisi VI DPR Dukung Penuh Langkah Prabowo Bentuk BUMN Ekspor SDA
• 1 jam laludetik.com
thumb
Hukum Harus Kembali ke Rakyat
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.