Produk Kopi Hasil Hilirisasi Petani Desa Mulai Diekspor

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kelompok Tani (Poktan) Mekar Lestari dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cagar Alam membuktikan bahwa petani desa mampu bersaing di pasar global. Melalui serangkaian penguatan kapasitas dan hilirisasi produk, para petani kopi lokal ini sukses melebarkan sayap bisnis mereka dengan mengekspor komoditas kopi hingga ke pasar Malaysia.

“Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknologi hilirisasi produk kopi melalui pembuatan cascara, yakni minuman teh herbal berbahan kulit buah kopi atau ceri kopi yang dikeringkan. Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang pasar baru,” kata Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026.
 

Baca Juga :

Literasi Keuangan Masif Dibutuhkan di Tengah Tren Cashless Anak Muda

Transformasi para petani ini bermula dari serangkaian pendampingan intensif yang berfokus pada kemandirian usaha. Petugas di lapangan membekali para petani dengan berbagai keterampilan tata kelola modern, mulai dari penguatan kelembagaan kelompok tani, manajemen rencana bisnis, strategi pemasaran, hingga teknik presentasi bisnis (How to Pitch Your Business).

Langkah petani kopi ini untuk menembus pasar internasional kian mulus setelah Poktan Mekar Lestari berhasil menembus Program Desa Bisa Ekspor yang digagas Kementerian Perdagangan. Dalam program tersebut, para petani difasilitasi untuk melakukan sesi pitching bersama Atase Perdagangan Kairo guna menjajaki potensi pasar dunia yang lebih luas.


Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno (memakai jas abu-abu). Foto: Dok. Istimewa.

“Tak hanya itu, Poktan Mekar Lestari juga berhasil masuk pasar ekspor Malaysia. Produk kopi mereka kini mulai dipasarkan untuk kebutuhan roastery, kafe, hingga sekolah barista kopi di negara tersebut,” lanjut Sandiaga.

Pencapaian ini membuktikan bahwa petani kopi Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penyedia bahan baku mentah. Dengan intervensi pengetahuan dan penguasaan rantai pasok yang tepat, para petani lokal kini mampu mengubah produk sampingan pertanian menjadi komoditas bernilai tinggi yang diakui oleh pelaku industri kopi internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
26 Emiten Papan Pengembangan Naik ke Papan Utama BEI Mulai 29 Mei 2026
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Prakirakan Surabaya dan Sebagian Besar Jatim Berpotensi Hujan Ringan Hari Ini
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Nikah Bentrok Laga Persib OTW Juara, Calon Pengantin Wanita Panik Tamu dari Jakarta Kejebak Konvoi Viral
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Polda Sumsel Perkuat Ketahanan Lingkungan
• 12 jam laludetik.com
thumb
Luhut Minta Maaf ke Investor soal Dampak Gejolak Ekonomi RI
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.