IHSG Ditutup Menguat Ditopang Rebound Sektor Energi dan Barang Baku

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (22/5/2026) sore ditutup menguat ditopang oleh rebound (berbalik menguat) saham-saham sektor energi dan basic materials (barang baku).

IHSG ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44.

“IHSG ditutup menguat seiring rally saham energi dan basic materials,” ujar Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Jumat (22/5/2026).

IHSG ditutup menguat setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh level 5,966.86 pada perdagangan hari ini, dengan hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau.

Penguatan IHSG terutama ditopang sektor energi dan basic materials yang masing-masing naik 6,85 persen dan 4.84 persen, seiring beredarnya rumor bahwa Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027.

“Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut,” ujar Ratna.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 6,74 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 4,82 persen dan 2,43 persen.

Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun paling dalam sebesar 0,07 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DFAM, CTBN, PBSA, TALF, dan MDKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PGLI, ASPR, BOBA, LCKM, dan APIC.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.970.670 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,28 miliar lembar saham senilai Rp21,56 triliun.

Sebanyak 449 saham naik, 251 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.690,86 poin atau 2,74 persen ke 63.375,00, indeks Shanghai menguat 35,62 atau 0,87 persen ke 4.112,90, indeks Hang Seng menguat 219,51 poin atau 0,86 persen ke 25.606,03, dan indeks Strait Times menguat 22,44 poin atau 0,44 persen ke 5.068,15.(ant/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR RI Minta Sekolah Negeri Tak Menahan Ijazah Siswanya
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sumatra Blackout, Warga Diminta Lapor Jika Ada Kondisi Darurat
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Maguire Dicoret
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kampung Haji di Makkah Terinspirasi Wakaf Baitul Asyi Milik Saudagar Aceh, Ini Penjelasan Wamenhaj
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Bidik Ekspor 500.000 Ton Beras Premium ke Malaysia, Nilai Rp8 Triliun
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.