Program MBG Dinilai Mampu Melahirkan Generasi Unggul

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Program makan bergizi gratis (MBG) diyakini akan membawa transformasi besar bila dikelola dengan tepat. Program tersebut dinilai mampu mendorong perkembangan generasi muda bangsa dalam 10-20 tahun ke depan.

“Apabila anak-anak kita secara fisik sehat karena asupan gizi yang baik, dan diimbangi dengan kognisi serta literasi yang baik dari sekolah, Insyaallah dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, program ini akan melahirkan generasi-generasi unggul yang good and smart,” kata Guru Besar Ilmu Politik dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Cecep Darmawan, dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.

Terkait dinamika implementasi MBG di media sosial, Cecep menilai hal tersebut sebagai bentuk kontrol publik yang wajar. Namun, dia menekankan pentingnya literasi media sosial agar masyarakat dapat membedakan antara kritik yang konstruktif dengan cercaan atau hoaks.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa implementasi di lapangan pasti ada kelemahan. Anggap saja kritik itu sebagai obat. Yang kurang baik manajerialnya segera diperbaiki, dapur yang tidak standar diganti. Jangan salahkan programnya, tapi perbaiki implementasinya,” ujar dia.

Dia juga mendorong agar praktik-praktik baik (best practices) dari dapur SPPG dan sekolah yang berhasil menjalankan MBG dengan optimal turut disebarluaskan, untuk mengimbangi narasi negatif serta menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Baca Juga:  Program MBG Dinilai Investasi Jangka Panjang untuk Pengentasan Kemiskinan


Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik

Cecep menegaskan publik maupun pemangku kebijakan harus bisa memisahkan antara esensi visi program MBG dan kendala teknis di lapangan. Menurut dia, sebuah ide besar untuk memperbaiki gizi bangsa tidak boleh gugur karena masalah manajerial yang belum sempurna.

Cecep memberikan rekomendasi taktis bagi pemerintah, terutama jika dihadapkan pada keterbatasan anggaran di awal-awal masa implementasi. Dia menyarankan agar fokus program ini dipersempit untuk menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan terlebih dahulu.

"Jadi jangan salahkan programnya, tapi perbaiki implementasinya. Kalau sekarang programnya itu kalau memang uangnya masih terbatas, kelompok-kelompok rentan saja duluan. Ya, se-Indonesia kelompok rentan aja duluan, termasuk anak-anak jalanan. Nanti jika keuangan negara makin baik, baru bertahap ke sasaran yang lebih luas agar anggaran tepat guna,” ujar dia.

Meski memiliki visi yang sangat baik, Cecep mengingatkan program MBG tidak bisa berjalan sendirian dan tidak boleh dijadikan satu-satunya solusi atas kompleksitas masalah masyarakat.

Ada beberapa aspek strategis yang perlu diperhatikan pemerintah untuk mengoptimalkan program ini, antara lain MBG membutuhkan kerja kolaboratif antara Badan Gizi Nasional (BGN), berbagai kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga komite sekolah dan keluarga.

Selain itu, Cecep mendorong agar pemerintah memperkuat sektor ekonomi makro dan penyediaan lapangan kerja. Sehingga, orang tua mampu melanjutkan estafet pemenuhan gizi di rumah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakapolri Launching SIM Digital-ETLE Drone: Beri Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat
• 14 jam laludetik.com
thumb
Regional Playoff Bandung Usai, Ini 4 Tim yang Lolos ke Campus League Nasional
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Warga di Riau Usai Blackout: Listrik Belum Stabil, Takut Elektronik Rusak
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ratusan Pelamar Ikut Psikotes di Career Corner CT Corp di JFF 2026
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
40 Narapidana High Risk dari Sumsel Dipindahkan ke Nusakambangan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.