Purbaya Ungkap Strategi Dongkrak Rupiah ke Level Rp15.000, Siap Eksekusi Pekan Depan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Fokus utama dari strategi yang akan dijalankan ini adalah mengunci devisa hasil perdagangan internasional agar tetap terparkir di dalam negeri.

Purbaya Ungkap Strategi Dongkrak Rupiah ke Level Rp15.000, Siap Eksekusi Pekan Depan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan kekuatan nilai tukar rupiah ke level psikologis Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (USD). Untuk merealisasikan target tersebut, Purbaya membocorkan aksi nyata yang siap dieksekusi oleh Kementerian Keuangan pada pekan depan.

Purbaya menjelaskan bahwa fokus utama dari strategi yang akan dijalankan ini adalah mengunci devisa hasil perdagangan internasional agar tetap terparkir di dalam negeri. Dengan membendung pelarian modal, pasokan valas domestik diyakini akan kembali melimpah.

Baca Juga:
Purbaya Buka Suara Soal Nasib Dirjen Bea Cukai yang Tersandung Kasus Suap, Bakal Dicopot?

"Minggu depan akan ada action dari saya untuk memperkuat nilai tukar. Nantii kalau itu mulai berjalan, kan hasil devisanya nggak lari kemana-mana tuh dari ekspor batu bara, ekspor CPO juga akan tinggal di sini. DHE juga," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).

Purbaya menambahkan, fondasi penguatan mata uang Garuda akan semakin solid seiring dengan bergulirnya regulasi pengetatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru pada bulan depan. 

Baca Juga:
PT DSI Akan Diisi Orang dari Kementerian/Lembaga, Purbaya: Biar Tidak Monopoli Seenak Jidat

Melalui sinergi kebijakan retensi devisa komoditas unggulan seperti sawit dan batu bara, struktur moneter nasional diproyeksikan bakal menguat secara menyeluruh.

"DHE hasil ekspor yang mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni, itu akan memperkuat semuanya. Itu mungkin," kata Purbaya. 

Baca Juga:
Yakin IHSG Kembali ke 8.000, Purbaya: Minggu Depan Lari Kencang

Secara teknis fiskal, dia menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menjaga iklim investasi di pasar surat utang (bond).

Purbaya memaparkan, indikator kesehatan pasar obligasi negara saat ini menunjukkan rapor yang impresif. Hal itu terlihat dari tren penurunan tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) yang menandakan harga obligasi Indonesia kian mahal dan stabil. 

Kondisi ini terbukti ampuh memikat para pemodal internasional untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia meskipun pasar global dibayangi sentimen negatif.

"Ya, kita pakai doa yang kedua. Udah, apa lagi? Kita udah masuk ke bond kan. Bond-nya kan turun kan? Yield-nya kan turun, kan walaupun ada apa-apa. Asing masih banyak masuk juga bareng kita," kata Purbaya.

Stabilitas pada pasar surat utang inilah yang akan terus dikawal ketat oleh Kementerian Keuangan untuk menjamin keberlanjutan arus modal asing (capital inflow) sebagai penyokong utama rupiah.

"Jadi, ketika stabilitas harga obligasi terlihat, asing nggak akan ragu untuk masuk. Jadi, itu akan terus kita jaga ke depannya," ujar Purbaya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR RI Minta Sekolah Negeri Tak Menahan Ijazah Siswanya
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Disney’s The Lion King Live in Concert Akan Hadirkan Orkestra Spektakuler
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Dijodohkan dengan Baim Wong Usai Main Film Bareng, Ini Jawaban Acha Septriasa
• 7 jam laluintipseleb.com
thumb
BPKN Award Raksa Nugraha 2026 Akan Digelar Pada 20 - 22 November 2026 di JIEXPO Kemayoran
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Universitas Esa Unggul-Thunderbird School of Global Management Luncurkan Entrepreneurship Bootcamp
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.