TABLOIDBINTANG.COM - Aktor Korea Selatan Kim Soo-hyun dinyatakan bebas dari tuduhan menjalin hubungan dengan mendiang aktris Kim Sae-ron saat sang aktris masih di bawah umur. Kepolisian Korea Selatan menyebut tuduhan tersebut tidak terbukti dan sejumlah bukti yang beredar diduga telah dimanipulasi.
Laporan JoongAng Daily pada Kamis (21/5) mengungkap polisi telah meninjau permohonan surat perintah penangkapan terhadap jurnalis sekaligus YouTuber Kim Se-eui. Dalam penyelidikan tersebut, polisi menyimpulkan materi yang diunggah melalui kanal YouTube HoverLab pada 2025, yang menuduh Kim Soo-hyun berpacaran dengan Kim Sae-ron ketika sang aktris berusia 15 tahun, merupakan informasi palsu.
Polisi juga menyebut tangkapan layar percakapan dan file audio yang sebelumnya dirilis sebagai “bukti” ternyata telah direkayasa. Nama dalam percakapan disebut diedit menjadi nama Kim Soo-hyun, sementara rekaman suara diduga dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Kim Sae-ron diketahui meninggal dunia akibat bunuh diri pada Februari 2025 di usia 24 tahun.
Kasus ini mulai mencuat pada awal Maret 2025 ketika HoverLab, yang juga dikenal sebagai Garo Sero Institute, merilis foto-foto pribadi Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron yang disebut diperoleh dari keluarga mendiang aktris. Kanal tersebut menuduh keduanya telah berpacaran saat Kim Sae-ron masih di bawah umur.
Saat itu, Kim Soo-hyun yang tengah berada di puncak popularitas berkat drama Queen of Tears membantah tuduhan tersebut melalui agensinya, Gold Medalist. Ia menjelaskan hubungan mereka berlangsung dari musim panas 2019 hingga musim gugur 2020, saat Kim Sae-ron sudah dewasa.
Namun, keluarga Kim Sae-ron terus merilis tangkapan layar pesan yang diduga percakapan antara keduanya dan menuding Kim Soo-hyun telah “berkencan atau melakukan grooming seksual” terhadap aktris tersebut.
Dalam konferensi pers pada 31 Maret 2025, Kim Soo-hyun bahkan sempat menangis saat kembali menegaskan bahwa Kim Sae-ron bukan lagi anak di bawah umur ketika mereka berpacaran. Tim kuasa hukum sang aktor dan agensinya juga menyatakan telah menggugat pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran tuduhan tersebut.
Kontroversi itu berdampak besar pada karier Kim Soo-hyun. Sejumlah brand memutus kontrak kerja sama dengannya, termasuk rumah mode mewah Prada dan brand kosmetik Korea Dinto. Ia juga disebut harus membayar sejumlah ganti rugi.
Bahkan, salah satu apartemen mewah miliknya di Galleria Foret senilai 3 miliar won dilaporkan sempat disita sementara pada Juni 2025 akibat tunggakan pembayaran penalti kontrak.
Menurut media Korea, polisi menyatakan tindakan Kim Se-eui telah “menghancurkan basis sosial dan aktivitas ekonomi Kim Soo-hyun secara menyeluruh serta merusak fondasi kelangsungan karier profesionalnya.”
Polisi juga mengungkap Kim Soo-hyun masih menjalani perawatan psikiatri dan penyebaran informasi palsu lebih lanjut dikhawatirkan dapat menyebabkan “kerugian serius dan tidak dapat diperbaiki.”
Sementara itu, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul telah mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se-eui pada 20 Mei atas dugaan pelanggaran hukum kejahatan seksual terkait perekaman ilegal dan distribusi konten. Kim Se-eui dijadwalkan hadir di pengadilan pada 26 Mei mendatang.




