Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Bulog telah menyiapkan konsep penyaluran bantuan beras dalam bentuk natura bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional.
Rizal mengatakan rancangan program tersebut telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI pada Kamis, 19 Mei 2026.
Ia mengungkapkan program itu masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah pusat sebelum diputuskan untuk dijalankan secara resmi.
Bulog, kata Rizal, telah menyiapkan berbagai aspek pelaksanaan mulai dari mekanisme distribusi, sasaran penerima, hingga skema penyaluran bantuan.
Program bantuan natura tersebut baru akan dijalankan setelah memperoleh persetujuan pemerintah.
Bulog Usulkan Bantuan Fokus pada BerasRizal menyebut Bulog mengusulkan bantuan natura difokuskan hanya pada komoditas beras tanpa minyak goreng seperti pada skema bantuan sebelumnya.
Ia mengatakan setiap penerima bantuan diusulkan memperoleh 10 kilogram beras per bulan.
Menurutnya, cakupan penerima bantuan masih dalam tahap pembahasan pemerintah.
Pemerintah juga belum memutuskan apakah program akan diterapkan secara nasional atau dilakukan secara bertahap.
Rizal menyatakan Bulog telah menyiapkan berbagai skenario pelaksanaan program seiring tingginya cadangan beras pemerintah saat ini.
“Stok beras nasional dinilai memadai untuk mendukung kebijakan baru tersebut,” ungkap Rizal.
Ia menilai penyaluran bantuan beras kepada ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri dapat memberikan manfaat langsung bagi penerima sekaligus memperkuat pemanfaatan stok beras nasional yang tersedia dalam jumlah besar.
Bulog Pastikan Cadangan Beras Tetap AmanMenanggapi kekhawatiran soal berkurangnya stok untuk stabilisasi pasar, Rizal memastikan cadangan beras pemerintah tetap aman.
Menurutnya, peningkatan produksi pertanian nasional yang signifikan menjadi penopang utama ketersediaan stok beras saat ini.
“Kondisi stok beras yang melimpah memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program intervensi pangan,” ujar Rizal.
Ia memastikan pelaksanaan program natura tidak akan mengganggu pasokan maupun stabilitas harga beras di pasar.
Program natura juga dinilai dapat mempermudah pengendalian pasar karena kebutuhan beras ASN, TNI, dan Polri dapat dipenuhi langsung melalui distribusi pemerintah.
Dengan mekanisme tersebut, upaya stabilisasi harga dan distribusi beras di pasar umum dapat lebih difokuskan kepada masyarakat non-ASN dan kelompok lain yang membutuhkan bantuan pangan pemerintah.
Rizal turut mengenang pengalaman masa kecilnya ketika sistem bantuan natura masih diterapkan.
“Keluarga kami saat itu merasa terbantu ketika orang tua membawa pulang beras dari program natura,” ungkapnya.




