Lowongan Kerja AI Makin Dicari di 2026, Ada Profesi yang Tugasnya Ajari Robot Cuci Piring

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus melahirkan jenis pekerjaan baru di berbagai negara. Jika sebelumnya AI identik dengan chatbot atau aplikasi digital, kini teknologi tersebut mulai masuk ke dunia fisik melalui robot humanoid, robot industri, hingga sistem otomatis yang dapat meniru aktivitas manusia sehari-hari.

Tren inilah yang membuat lowongan kerja AI dan robot pada 2026 mengalami peningkatan signifikan, terutama di Amerika Serikat, China, Jepang, dan sejumlah negara Eropa. 

Baca Juga :
Bullying dan Self-Harm di Sekolah Kini Bisa Dideteksi Pakai AI, Gimana Caranya?
Peran AI Jadi Sorotan dalam Mendorong Transformasi Infrastruktur Digital di Indonesia

Banyak perusahaan teknologi global berlomba mengembangkan robot yang mampu bekerja layaknya manusia, mulai dari membantu di gudang logistik, restoran, rumah sakit, hingga pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring dan melipat pakaian.

Menariknya, kebutuhan tenaga kerja di industri ini tidak hanya terbatas untuk programmer atau lulusan teknik tingkat tinggi. Sejumlah perusahaan kini juga membuka peluang bagi pekerja yang memiliki kemampuan mengoperasikan robot, memahami gerakan manusia, hingga melatih AI menggunakan kamera dan perangkat virtual.

Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa pekerjaan terkait AI dan robot yang diprediksi paling banyak dicari di tahun ini! 

1. Machine Learning Engineer

Profesi ini menjadi salah satu tulang punggung industri AI modern. Tugas utamanya adalah mengembangkan sistem kecerdasan buatan agar robot dapat belajar, memahami lingkungan, dan mengambil keputusan secara otomatis.

Machine Learning Engineer biasanya bekerja menggunakan bahasa pemrograman seperti Python, PyTorch, dan TensorFlow. Posisi ini banyak dibutuhkan oleh perusahaan pengembang robot humanoid dan kendaraan otomatis. Selain kemampuan coding, profesi ini juga membutuhkan pemahaman tentang computer vision, data training, serta reinforcement learning.

2. Robotics Software Engineer

Pekerjaan ini berfokus pada pengembangan sistem perangkat lunak untuk robot. Tugasnya mencakup pengaturan navigasi, sensor, pemetaan ruangan, hingga sistem pergerakan robot. Robotics Software Engineer umumnya menggunakan ROS2, Linux, dan bahasa pemrograman C++. Profesi ini sangat dibutuhkan dalam industri logistik otomatis, robot gudang, hingga robot layanan publik.

3. Perception Engineer

Robot modern membutuhkan kemampuan untuk “melihat” dan memahami lingkungan di sekitarnya. Karena itu, Perception Engineer menjadi salah satu profesi penting di industri AI dan robot. Tugasnya adalah mengembangkan sistem kamera dan sensor agar robot mampu mengenali objek, manusia, hingga kondisi ruangan secara real time. Profesi ini banyak berhubungan dengan teknologi computer vision, sensor fusion, dan SLAM atau simultaneous localization and mapping.

Baca Juga :
Meta PHK 8.000 Karyawan demi Kecerdasan Buatan, Mari Zuckerberg: AI Teknologi Paling Penting di Hidup Kita
Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa
Modus Baru Penipuan AI Bikin Ngeri, Uang di Rekening Bisa Ludes Digasak Maling

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembelian tiket timnas Indonesia dibuka, harga mulai Rp300 ribu
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Hercules Dipolisikan Anak Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan, GRIB Jaya: Kami Hormati
• 20 menit lalukompas.com
thumb
Jelang Laga Pemungkas, Bojan Hodak Minta Persib Fokus dan Tidak Bahas Konvoi
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkot Yogyakarta Siapkan Normalisasi Sungai Code untuk Wisata Arung Jeram Perkotaan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
DKI Target 50 RW Kumuh Ditangani Tahun Depan
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.