Jemaah Calon Haji RI yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Makkah, VIVA – Calon haji Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27 Muhammad Firdaus yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam keadaan wafat di Kota Makkah.

"Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah Moh. Hasan Afandi di Makkah, Jumat.

Baca Juga :
Legislator PDIP Desak Kemenhaj Cabut Izin KBIH yang Kaplingkan Tenda Jemaah Haji
Komisi VIII DPR Kecam Pengkaplingan Tenda Haji, Negara Diminta Tindak Tegas!

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Hasan.

Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

Ia menegaskan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," kata Hasan.

Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengajak seluruh jamaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian satu sama lain, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Menurutnya, setiap jemaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat anggota jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

“Bila melihat anggota jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” ujar Hasan.

Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

Baca Juga :
Wamenhaj Geram Tenda Jemaah Haji di Arafah Dikapling-kapling Oknum KBIH: Ilegal!
Khutbah Arafah Akan Diterjemahkan dalam 35 Bahasa, Ini Alasannya
200 Ribu Lebih Jemaah RI Sudah Berada di Tanah Suci Jelang Penutupan Penerbangan Haji

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Monyet Curi Handphone Pemain Golf di Sentul, Dibawa ke Pohon
• 19 jam laludetik.com
thumb
Blackout, PLN Sumbar Masih Terus Upayakan Perbaikan Listrik
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Senegal Umumkan Skuad Sementara Piala Dunia 2026: Sadio Mane Comeback, Wonderkid Bayern Masuk Daftar
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Unggahan Titik Rawan Begal di Jakarta, Begini Respons Polda Metro Jaya
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Hadir di Blink Beauty, Nia Ramadhani Jatuh Hati pada Treatment XERF Minim Downtime
• 19 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.