Liputan6.com, Jakarta - Unggahan soal 10 titik rawan begal di Jakarta ramai beredar di media sosial. Polisi pun memberikan respons.
Dalam unggahan beberapa akun Instagram, disebut ada sedikitnya 10 lokasi yang diklaim rawan begal, mulai dari Kebon Jeruk-Arjuna Utara, Palmerah-Tamansari, Tambora-Grogol, Underpass Senen, Kemayoran-Benyamin Sueb, Flyover Kampung Melayu-Klender, Duren Sawit, RE Martadinata-Ancol, Jalan Raya Bogor hingga kawasan BKT.
Advertisement
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sejumlah kasus kriminal memang pernah terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek. Namun, kasus-kasus itu sudah ditindak.
"Nah kita lihat, tadi disampaikan, kalau ada di media sosial beberapa titik, memang tadi disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum, ada beberapa kejadian seperti di Bekasi, di daerah Tangerang, di daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, tetapi itu kan sudah dilakukan penindakan," ujar Budi saat konferensi pers, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, label 'titik rawan' tak bisa asal diucapkan tanpa kajian yang jelas.
"Nah kalau memang itu menjadi rawan, kita kan harus melihat, titik rawan ini rawan apa? Rawan kriminalitas kah, rawan laka lantaskah, iya kan? Rawan terhadap apa? Nah ini harus dikaji," terang Budi.




