Berapa Gaji Veda Ega Pratama di Moto3 2026? Performa Gemilang Dongkrak Nilai Kontrak dan Popularitas

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian dunia setelah tampil impresif di seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Chang, Thailand. Pembalap muda asal Gunung Kidul ini berhasil menembus posisi lima besar pada debutnya. Ini membuka peluang besar untuk kariernya di pentas balap dunia sekaligus meningkatkan nilai kontrak dan dukungan sponsor yang diterimanya. Berapa sebenarnya gaji Veda?

Veda bukan sekadar pembalap muda biasa. Ia merupakan bagian dari proyek besar Honda Racing Corporation (HRC) yang fokus membangun talenta balap Asia untuk bersaing dengan dominasi pembalap Eropa di Moto3. Kesuksesan Veda di ajang Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup menjadi alasan utama Honda memberikan dukungan penuh tanpa perlu pembalap membayar biaya balap sendiri.

“Veda masuk Honda Team Asia melalui jalur prestasi, bukan jalur uang,” jelas sumber dari tim, menegaskan bahwa pembalap binaan Astra Honda Racing Team ini mendapat fasilitas lengkap dan dukungan teknis penuh layaknya pembalap pabrikan.

Estimasi Gaji dan Bonus yang Menjanjikan

Meski nilai resmi kontrak tidak diumumkan, banyak pengamat memperkirakan gaji pokok Veda berada di kisaran 40 ribu euro, setara dengan Rp670 juta hingga Rp700 juta per musim. Angka ini sejalan dengan pola kontrak rookie berbakat di Moto3, seperti yang pernah diterima Jorge Martin saat memulai kariernya.

Namun, gaji pokok hanyalah sebagian kecil dari penghasilan pembalap Moto3. Bonus poin, podium, dan pole position memberikan tambahan finansial yang signifikan. Hasil finis kelima Veda di Thailand, dengan perolehan 11 poin, diyakini memicu bonus tambahan dari tim dan sponsor teknis.

“Semakin sering Veda tampil di depan kamera televisi internasional, semakin besar pula exposure sponsor yang didapat,” beber manajemen tim, menyoroti peningkatan nilai komersial pembalap muda ini.

Dukungan Astra Honda dan Tantangan Persaingan Finansial

Astra Honda Racing Team turut berperan vital dalam perjalanan Veda di Eropa dengan menyediakan fasilitas seperti tempat tinggal, pelatih fisik, ahli gizi, dan akses latihan eksklusif. Total biaya pengembangan kariernya diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun.

Kendati menghadapi rivalitas ketat dari pembalap Eropa yang didukung sponsor besar dan fasilitas premium, Veda membuktikan bahwa keberanian dan kemampuan balap tetap menjadi faktor utama di lintasan.

Seri Brasil 2026 Jadi Penentu Karier

Setelah penampilan impresif di Thailand, perhatian kini tertuju pada seri Brasil yang akan berlangsung pada Maret 2026. Balapan tersebut menjadi peluang besar bagi Veda untuk menambah poin sekaligus meningkatkan nilai kontraknya.

“Jika mampu meraih podium, bonus yang diterima bisa menyamai gaji pokok selama beberapa bulan,” kata pengamat balap internasional.

Publik Indonesia kini menantikan apakah Veda Ega Pratama mampu menjaga konsistensi dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang sukses menembus level tertinggi MotoGP.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penguasa Harta Pusaka: Benarkah Perempuan Minang Absolut?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
BPBD Lombok Tengah siapkan 300 tangki air hadapi musim kemarau
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Nyxx, Tokio, dan IQUA Rilis “TÔ Fora”, Single Kolaborasi yang Ubah Cara Pandang soal Perpisahan
• 23 jam laluintipseleb.com
thumb
Penerima Manfaat MBG Tembus 62,4 Juta Orang, dari Anak Sekolah hingga Ibu Hamil
• 1 jam laludisway.id
thumb
Salah Sebut Desa, Zulhas Diancam "Reshuffle" oleh Prabowo
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.