CT dan Purbaya Bedah APBN: Setoran Pajak, Utang Sampai Kas Terbongkar

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
1/7

Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

2/7

Dalam acara ini, Purbaya melakukan sesi one on one talk dengan Founder CT Corp Chairul Tanjung. Purbaya pun diberondong berbagai pertanyaan terkait dengan kondisi ekonomi terkini dari Chairul Tanjung yang akrab dipanggil Pak CT. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/7

Pada awal sesi, Purbaya menjelaskan mengenai alasan pembentukan badan ekspor di bawah BPI Danantara, yakni Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Hal ini berawal karena Purbaya merasa dirinya rugi dalam hal penerimaan pajak dari ekspor sumber daya alam Indonesia. Kerugian Purbaya ini ditenggarai karena adanya praktik under-invoicing dari ekspor sumber daya alam RI. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) 

4/7

Jadi kalau saya sebagai Menteri Keuangan, saya rugi. Pajak ekspor yang saya peroleh setengahnya separuhnya. Pajak pendapatan juga separuhnya. Devisa juga lebih sedikit. Devisa juga lebih sedikit dan diparkir di luar negeri. Tadinya saya pikir ya udah Pak, kita hajar aja, kita tegakkan pengawasan di lapangan, biaya cukai dan lain-lain. Biaya cukai juga gampang bocor," katanya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/7

Menkeu menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 mencapai 5,61%, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan akselerasi konsumsi pemerintah. "Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan," ujar Purbaya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/7

Purbaya menjelaskan bahwa APBN tetap dikelola secara prudent dan efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan fiskal. Hingga April 2026, defisit APBN tetap terkendali di level 0,64 persen terhadap PDB. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) 

7/7

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat iklim investasi dan kemudahan berusaha melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah juga membentuk satuan tugas untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Sumbar: Seluruh Gardu Induk Sudah Menyala, 175 Penyulang Masih Padam
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Dinas PU Jember Evakuasi Pohon Rawan Tumbang
• 22 jam lalueranasional.com
thumb
Menjaga Kewarasan di Tengah Kelelahan Masyarakat
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Gandeng BRIN, SIG (SMGR) Perluas Inovasi Produk Semen Ramah Lingkungan
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Burhanuddin Abdullah Temui Prabowo, Bandingkan Kondisi Rupiah Saat Ini dengan Tahun 2005
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.