jpnn.com, BATAM - KSO PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) - FYP diterpa isu miring terkait tunggakan dana pengerjaan pembangunan Mess Transmigrasi Patriot di Pulau Rempang, Batam, Jumat (22/5/2026).
Total tagihan dari berbagai vendor eksternal yang belum diselesaikan oleh anak usaha BUMN tersebut ditaksir menembus angka Rp 3 miliar.
BACA JUGA: Ekspedisi Patriot ITB 2025 Ungkap PR Besar Kawasan Transmigrasi
Padahal, pihak Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia selaku pemilik proyek bernilai kontrak Rp 57,4 milar tersebut diketahui telah melunasi seluruh kewajiban pembiayaan bangunan dua lantai itu kepada pihak KSO WEGE - FYP.
Berdasarkan data lapangan, rincian tunggakan tersebut meliputi utang pekerjaan MEP senilai Rp 1,1 miliar, pengerjaan atap sebesar Rp 961 juta, serta urusan pengadaan barang senilai Rp 841 juta.
BACA JUGA: Bahas Transmigrasi Patriot, Wamen Viva Yoga Dorong Mahasiswa Punya Jiwa Kewirausahaan
DK, selaku Project Manager pengerjaan bagian atap, membeberkan bahwa skema pembayaran awalnya berjalan lancar menggunakan sistem cicilan. Namun, situasi mendadak macet total memasuki awal tahun ini.
“Namun sejak Februari 2026 sudah tidak ada lagi pembayaran dengan alasan dana project KSO tersebut dititipkan ke pusat. Beberapa hari sekali kami sudah hubungi direktur operasional, project manager, dan divisi operasional, responsnya nunggu ada uang masuk dari project lain,” ujar DK saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
BACA JUGA: Konflik Lahan hingga Air Bersih, Menteri Iftitah Beber Masalah Mendasar Transmigrasi
Hingga berita ini diturunkan, kompleks fasilitas pemukiman transmigrasi yang berdiri di atas lahan belasan ribu meter persegi tersebut dibayangi konflik finansial.
Sebagai imbas dari ketidakjelasan pemenuhan hak para pekerja, pasokan arus listrik di lokasi bangunan Mess Transmigrasi Patriot dilaporkan telah mengalami penyegelan resmi.(jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




