WASHINGTON, KOMPAS.TV - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard mengumumkan mundur dari jabatannya, Jumat (22/5/2026).
Gabbard mengundurkan diri untuk mengurus suaminya yang didiagnosis kanker. Dia menegaskan akan efektif meninggalkan pekerjaannya mulai akhir Juni nanti.
“Sayangnya, saya harus memasukkan pengunduran diri saya, efektif pada 30 Juni 2026,” tulisnya pada surat kepada Presiden AS Donald Trump, dikutip dari CNN.
“Suami saya, Abraham, baru-baru ini didiagnosis menderita kanker tulang yang sangat langka. Dia menghadapi tantangan besar dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Saat ini, saya harus mengundurkan diri dari pelayanan publik untuk berada di sisinya, dan mendukungnya sepenuhnya,” tambahnya.
Baca Juga: Korea Utara Murka AS Setujui Penjualan Senjata ke Korsel, Kim Jong-un Siapkan Tindakan Balasan
Mengetahui kabar tersebut, Trump pun langsung bereaksi. Ia memuji Gabbard, dan mengumumkan Wakil Direktur Intelijen Nasional Aaron Lukas akan menjadi direktur sementara.
“Suaminya yang luar biasa, Abraham, baru-baru ini didiagnosis menderita kanker tulang jenis langka,” kata Trump di media sosial Truth Social.
“Dan dia (Gabbard), tentu saja, ingin berada di sisinya, membantunya pulih karena mereka saat ini sedang berjuang bersama dalam pertempuran yang berat,” sambungnya.
Selama beberapa pekan terakhir, Gedung Putih telah mendengar desas-desus Gabbard berencana mundur.
Tetapi, hingga dua pekan lalu, menurut seorang pejabat senior pemerintahan, Gabbard membantah akan meninggalkan pemerintahan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : CNN
- direktur intelijen nasional
- amerika serikat
- tulsi gabbard
- donald trump
- Aaron Lukas
- Gedung Putih





