Menteri PU Miris Tanda Tangannya Dipalsukan Bawahannya

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum mengungkap, tanda tangan dirinya sempat dipalsukan oleh bawahannya di Kementerian Pekerjaan Umum. Dia memastikan pihak terkait sudah diproses oleh Biro Hukum Kementerian PU.

“Dokumennya itu enggak palsu, tapi tanda tangan saya dipalsukan, nomor dokumennya berbeda dengan nomor aslinya. Kalau kemudian tanda tangan Menteri PU saja berani dipalsukan, ya gimana dengan tanda-tandanya lain kan? Dirjen, Sekjen, dan lain-lainnya,” kata Menteri PU di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat (22/5/2026).

Ia merasa terpukul, karena lembaganya dipercayakan anggaran ratusan triliun untuk membangun bangsa, tapi justru dimanipulasi dengan tanda tangan palsu.

Meski begitu, Dody yakin dari ratusan ribu pegawai dan pejabat di Kementerian PU. Masih ada pekerja-pekerja yang jujur dan dapat dipercaya untuk memajukan pembangunan di seluruh Indonesia.

“Dari 38.600 ASN di Kementerian PU, saya yakin minimum 80 persen plusnya masih punya Tuhan selalu di hatinya. Yakin saya. Jadi, saya tidak pernah ngitung berapa orang sudah saya (ganti),” ujarnya.

Dody menegaskan, Tuhan mengawasi setiap pekerjaan yang dilakukan oleh Kementerian. Lantaran perlu diingat, pembangunan di Indonesia menggunakan uang rakyat.

Selain itu, pemerintah juga tidak segan mendepak, orang-orang yang menyeleweng atau tidak sejalan dengan program Prabowo Subianto Presiden.

Ia menekankan, keberlanjutan dan realisasi program prioritas Presiden adalah yang utama. Karena diklaim demi kepenting rakyat Indonesia.

“Pokoknya kalau saya sudah tidak merasa cocok dan saya merasa yang bersangkutan tidak sejalan, dengan irama kerja dari Pak Presiden Prabowo Subianto ya saya ganti gitu aja,” ujarnya.

Menilik kasus tersebut, saat ini Dody mengaku sering ke lapangan untuk memantau bagaimana progres pembangunan dari program-program pemerintah. Jadi Menteri yang tupoksinya di level kebijakan, harus turun langsung mengawasi, supaya pembangunan tidak terganggu.

“Makanya kemudian sekarang saya rajin keliling. Dan sebenarnya saya kerjakan hari itu untuk sekolah rakyat, sebenarnya ya tidak boleh saya kerjakan itu. Saya tidak boleh turun sampai jadi mandor, boleh? Tidak boleh saya. Saya ini kan cuma di level-level kebijakan. Justru malah hari ini saya kerja itu bahaya untuk saya sebetulnya. Ya, saya kan bukan orang teknis,” pungkasnya.

Selain itu Dody juga menyebut, pengalaman Prabowo Subianto Presiden juga dialaminya, di mana tanda tangan berkas diberikan bawahannya di saat sore hari. Ketika pemimpin sudah mulai lelah dengan setumpuk pekerjaan sedari pagi.(lea/kir/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi Begal Sadis di Gresik: Driver Ojol Asal Surabaya Dianiaya hingga Kehilangan Motor
• 13 jam laluberitajatim.com
thumb
Pengaruh Kenaikan Dolar AS terhadap Brand Lokal
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Daftar lengkap harga emas serempak turun di Pegadaian pagi ini
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
5 Minuman Sehat Penangkal Kolesterol yang Cocok Disajikan saat Idul Adha 2026, Makan Daging Kurban Tanpa Worry
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Riekerink Buka-bukaan, Bongkar Masalah Dewa United Sulit Bersaing Borneo FC dan Persib dalam Perburuan Gelar Juara
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.