Gresik (beritajatim.com)- Naas dialami Andy Sebastian Zainin (29) seorang ojek online asal Jalan Tambak Gringsing Baru 3/5 Kota Surabaya yang menjadi korban begal disertai penganiayaan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Dalam kejadian ini, motor Honda Vario milik korban juga turut raib dibawa pelaku.
Kronologis peristiwa ini bermula pada Rabu (20/5) malam di Desa Hendrosari. Saat itu, korban menerima order melalui aplikasi Indrive dari Tanjung Perak Surabaya ke Menganti Gresik.
Selama dalam perjalanan, korban tidak merasa curiga dengan penumpang yang ia bawa. Kondisi berubah, saat hendak masuk lokasi kejadian yang masuk ke arah jalan sepi dan gelap.
“Di tempat tersebut, pelaku bilang rumah teman yang menjadi tujuan tidak bisa ditelpon. Sehingga, korban diajak mondar mandir di jalan,” ujar Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, Jumat (22/5/2026).
Saat berhenti lanjut AKP Arif, terduga pelaku memukul kepala korban dari belakang dengan benda tumpul seperti kayu. Korban pun jatuh, dan sepeda motor korban juga roboh namun mesin masih menyala, remot masih korban pegang.
Korban yang merasa kesakitan dan ketakutan. Akhirnya lari menuju ke area persawahan. Namun, terduga pelaku terus mengejarnya, dan meminta remote kunci sepeda korban sambil mengacungkan sebuah kayu.
“Korban akhirnya lari ke arah barat untuk minta tolong ke warga. Setelah kembali ke lokasi sepeda motor korban sudah tidak ada,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka di lengan, lutut, dan leher akibat sabetan benda tajam.
“Korban sudah membuat laporan di Polsek Menganti. Petugas juga sudah olah TKP, dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kekadia. Saat ini pengembangan mencari rekaman CCTV untuk penyelidikan lebih lanjut, karena pelaku masih lidik,” pungkas AKP Arif Rahman. [dny/aje]




