Rumah BUMN Makassar, Tempat Harapan UMKM Naik Kelas

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

Rumah BUMN Makassar menjadi tempat pelaku UMKM belajar bertahan di tengah perkembangan zaman. Lewat pendampingan digital, usaha-usaha kecil perlahan mulai berkembang dan naik kelas.

Edward AS
Kecamatan Mariso

Siang itu, suasana di Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) BRI Makassar terasa berbeda dari kebanyakan kantor pada umumnya. Tidak ada wajah-wajah tegang mengejar target rapat, tidak pula suara gaduh khas ruang administrasi.

Namun yang terdengar justru obrolan ringan dan dentingan keyboard laptop. Sesekali tawa para mahasiswa magang yang duduk berjejer di sudut ruangan.

Sebagian dari mereka tampak serius menatap layar komputer. Ada yang sedang menyusun desain kemasan produk keripik pisang, ada yang membantu membuat laporan keuangan sederhana. Sementara lainnya sibuk memperbaiki tampilan website milik pelaku usaha kecil yang baru mulai belajar menjual produknya secara online.

Di ruangan itu, pekerjaan tidak sekadar soal menyelesaikan tugas. Ada mimpi-mimpi kecil yang sedang dirapikan perlahan.

Rumah BUMN Makassar, yang dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia Regional Office Makassar, memang bukan sekadar tempat pelatihan biasa. Sejak berdiri pada 2017, tempat ini menjelma menjadi ruang bertumbuh bagi ribuan pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) yang ingin memperbaiki hidup lewat usaha yang mereka bangun sendiri.

Leader Project Rumah BUMN Makassar, Ayu Anisela, masih mengingat bagaimana tempat itu awalnya hanya menjadi ruang pendampingan sederhana. Namun tahun demi tahun, jumlah UMKM yang datang terus bertambah.

“Rumah BUMN ini dibangun sejak tahun 2017. Total UMKM sekarang yang telah dibina ada 6.100,” ujar Ayu pelan, sambil sesekali memperhatikan aktivitas para peserta magang di ruangan tersebut, Sabtu, 23 Mei 2026.

Angka itu bukan sekadar data di atas kertas. Di balik ribuan UMKM tersebut, ada ibu rumah tangga yang mulai berjualan kue dari dapur rumahnya. Ada anak muda yang mencoba menjual pakaian buatannya sendiri lewat media sosial. Bahkan ada pengrajin kecil yang perlahan belajar memasarkan produknya ke luar daerah.

Sebagian dari mereka datang dengan rasa ragu. Tidak sedikit pula yang memulai usaha hanya bermodal keberanian dan harapan agar dapur tetap mengepul.

Ayu mengatakan, Rumah BUMN tidak pernah menuntut syarat yang rumit kepada masyarakat yang ingin belajar berusaha. Menurutnya, niat menjadi modal pertama yang paling penting.

“Bagi kami syarat utama hanya niat berusaha. Dari administrasi hanya KTP, tabungan BRI hingga nantinya kita buatkan QRIS,” tuturnya.

Dari niat sederhana itu, proses panjang kemudian dimulai. Para pelaku UMKM diajarkan bagaimana menyusun keuangan usaha, memahami cara memasarkan produk, hingga membangun pola pikir sebagai seorang pebisnis.

Bahkan sejak 2023, Rumah BUMN Makassar menjalankan program BRIncubator, sebuah program inkubasi bisnis yang lebih serius untuk membantu UMKM berkembang dan naik kelas. Di program itu, pelaku usaha tidak hanya belajar cara menjual barang. Mereka belajar bagaimana bertahan.

“Para pelaku usaha diajak untuk bagaimana membangun mindset berusaha, manajemen keuangan dan manajemen operasionalnya,” jelas Ayu.

Perubahan itu perlahan mulai terlihat. Ada UMKM yang sebelumnya hanya berjualan dari rumah kini berhasil memiliki toko sendiri. Ada pula yang mulai mengikuti lomba tingkat nasional membawa nama usahanya.

“UMKM binaan kami ada yang sudah naik kelas atau mandiri, ada beberapa sudah ikut lomba atau sudah punya ruko,” katanya dengan senyum tipis.

Salah satu pelaku usaha yang ikut merasakan manfaat pendampingan Rumah BUMN Makassar adalah pemilik usaha Lombok Kuning, Ridwan Wahyudi Chandra. Ridwan mengaku kehadiran Rumah BUMN banyak membantu pelaku UMKM memahami cara memasarkan produk di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin digital. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan yang diberikan membuat pelaku usaha kecil lebih percaya diri untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Di Rumah BUMN kami tidak hanya belajar jualan, tapi juga bagaimana memahami promosi digital dan cara memperluas pasar. Itu sangat membantu UMKM seperti kami,” ujar Ridwan.

Ia mengatakan pelaku usaha kecil sering kali memiliki produk yang bagus. Namun kesulitan bersaing karena keterbatasan pengetahuan pemasaran dan jaringan penjualan. Karena itu, kata dia, pendampingan seperti yang dilakukan Rumah BUMN menjadi penting agar UMKM bisa bertahan sekaligus berkembang.

“Pendampingan seperti ini membuat UMKM merasa diperhatikan. Apalagi sekarang persaingan usaha semakin ketat dan semuanya bergerak ke digital,” tambahnya.

Hal serupa dirasakan Owner Sukma Jahe, Rita Suryaningsih. Rita mengaku usahanya mulai mendapat banyak dukungan promosi sejak bergabung dengan Rumah BUMN Makassar pada pertengahan 2025 lalu. Menurutnya, Rumah BUMN membantu memperkenalkan produknya lebih luas lewat berbagai kegiatan promosi dan pendampingan digital.

“Sejak bergabung pertengahan tahun 2025, kami banyak dibantu promosi. Produk kami di-up lewat Youtube, kemudian ikut event-event saat Lebaran, jadi makin banyak orang yang tahu Sukma Jahe,” ujar Rita.

Ia mengatakan pendampingan tersebut membuat pelaku UMKM kecil merasa tidak berjalan sendiri. Terlebih bagi usaha yang baru berkembang dan masih membutuhkan banyak dukungan promosi.

“Bagi UMKM kecil seperti kami tentu sangat membantu, apalagi untuk promosi dan memperluas pasar,” tambahnya.

Namun yang membuat Rumah BUMN Makassar terasa berbeda bukan hanya soal angka keberhasilan UMKM. Tempat itu juga menjadi ruang pertemuan dua generasi pelaku usaha yang ingin bertahan dan anak-anak muda yang ingin memberi dampak lewat kemampuan mereka.

Di salah satu meja dekat jendela, Riswan Ramadhan tampak sibuk memperlihatkan tampilan website kepada seorang pelaku usaha. Sesekali ia menjelaskan fitur-fitur sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami. Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Hasanuddin angkatan 2022 itu menjadi salah satu peserta magang batch 17 di Rumah BUMN Makassar.

Baginya, magang di tempat itu bukan sekadar memenuhi kewajiban kampus. Ada alasan yang lebih besar.

“Sebagai mahasiswa informatika, saya tentu ingin digitalisasi UMKM juga, dan ini yang membawa saya magang di Rumah BUMN Makassar,” ujarnya penuh semangat.

Bersama sekitar 40 peserta magang lainnya, Riswan membantu UMKM memasuki dunia digital. Mereka membuatkan website gratis, membantu membuka akun marketplace, hingga mengajarkan cara menggunakan media sosial untuk promosi.

Hal-hal yang mungkin terdengar sederhana bagi anak muda hari ini. Akan tetapi menjadi langkah besar bagi banyak pelaku usaha kecil.

“Saya di divisi digital marketing, saya membuatkan beberapa website UMKM secara gratis,” katanya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, banyak UMKM yang sebenarnya memiliki produk bagus. Akan tetapi kesulitan menjangkau pasar lebih luas karena keterbatasan pengetahuan digital. Karena itu, kehadiran para mahasiswa magang menjadi energi baru di Rumah BUMN Makassar.

“Melalui website ini tentu akan meningkatkan engagement UMKM, kemudian membantu membuatkan beberapa marketplace digital, kemudian edukasi penggunaan sosial media besar lainnya,” lanjut Riswan.

Ia percaya UMKM bukan sekadar usaha kecil yang berdiri di pinggir jalan atau dijalankan dari rumah-rumah sederhana. Lebih dari itu, UMKM adalah denyut ekonomi masyarakat yang terus bergerak setiap hari. Karena itulah, menurutnya, anak muda perlu ikut terlibat membantu mereka berkembang.

“Saya berharap melahirkan anak-anak muda yang punya tujuan dan visi seperti saya yang bisa memberdayakan UMKM, karena kita tahu bahwa UMKM menjadi salah satu penyumbang perputaran ekonomi di Indonesia,” tutupnya.

Di Rumah BUMN Makassar, mimpi-mimpi kecil itu memang belum semuanya besar. Sebagian masih tumbuh pelan-pelan, sebagian lainnya masih belajar berdiri agar tidak mudah jatuh.

Tetapi di tempat itu, setiap usaha diberi ruang untuk berkembang. Hal tersebut memungkin, bagi banyak orang, itu sudah lebih dari cukup untuk mulai percaya bahwa harapan selalu punya tempat untuk bertumbuh. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Idul Adha, Jasa Ojek Kambing Laris Manis | BERITA UTAMA
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Metro Ungkap Luka Model AWS Bukan karena Dibacok Begal: Bisul yang Meletus
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Sah, Palma Serasih (PSGO) Sepakat Bagi Dividen Rp113,5 Miliar untuk Tahun Buku 2025
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Rosan Ungkap Alasan Pilih Luke Thomas Pimpin PT DSI: Kerjanya Baik di Danantara
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Iran kecam keras sanksi baru AS targetkan duta besarnya untuk Lebanon
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.