Hasil Pertemuan Prabowo dengan Ekonom Senior, Diskusi soal Krisis 2005 hingga Koordinasi Fiskal-Moneter

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom senior sekaligus mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengungkap pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026), lebih banyak membahas pengalaman penanganan krisis ekonomi masa lalu sebagai pelajaran menghadapi tekanan global saat ini.

Burhanuddin mengatakan diskusi dalam rapat terbatas tersebut tidak secara spesifik membahas nilai tukar rupiah, melainkan lebih luas mengenai dampak kondisi global terhadap perekonomian nasional.

“Diskusi saja. Diskusi... cerita masa lalu, ada event yang dulu juga pernah kejadian. Barangkali bisa dijadikan pelajaran sekarang gitu,” ujar Burhanuddin usai rapat.

Ia kemudian mencontohkan pengalaman pemerintah pada 2005 saat harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 126 persen akibat tekanan ekonomi.

“Dulu misalnya kan tahun 2005 kita naikin BBM 126 persen. Cuma beda sumbernya aja, sekarang eksternal, dulu di dalam negeri yang menaikkan,” katanya.

Menurut Burhanuddin, tekanan ekonomi saat ini memiliki kemiripan dengan situasi masa lalu, meski faktor pemicunya berbeda. Jika dahulu tekanan berasal dari kebijakan domestik dan beban subsidi, kini tekanan lebih dipengaruhi kondisi global.

Baca Juga

  • Prabowo Panggil Menteri Ekonomi ke Istana, Bahas Stabilitas Rupiah?
  • Hashim: Prabowo Bakal Optimalkan Lahan BUMN untuk Bangun Rumah Terjangkau
  • Strategi Optimistis Prabowo Jaga Mesin Ekonomi di Tengah Badai Global

“Itu juga karena eksternal kan, faktornya maksud saya eksternal kan. Nah terus kemudian dampaknya kan sama seperti sekarang. Mungkin cara penanganannya yang harus di-refine,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kondisi rupiah yang berada di kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat, Burhanuddin menegaskan pembahasan tidak mengarah secara spesifik pada nilai tukar.

“Enggak spesifik. Tapi keseluruhan dampak dari... sekarang faktor global, dulu dari faktor domestik yang karena subsidinya besar,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Burhanuddin mengaku Presiden Prabowo meminta pemerintah memperjelas langkah-langkah penanganan ekonomi agar dapat dipahami publik secara lebih konkret.

“Ada hal-hal yang perlu dilakukan secara lebih detail. Misalnya tentang masalah kita apa? Lebih dinyatakan gitu. Kemudian kita sedang melakukan apa, dan kita di mana sekarang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi kebijakan antara sektor fiskal dan moneter dalam menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.

“Jadi fiskalnya bagaimana, moneternya bagaimana, secara tim... teamwork-nya harus seperti apa untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin turut mengungkap dirinya sempat menyampaikan sejumlah usulan kepada Presiden. Namun, ia enggan membeberkan detail usulan tersebut kepada awak media.

“Ada umum sekali tadi yang saya usulkan tapi Bapak Presiden meminta Menteri Keuangan tadi untuk mencoba memikirkan hal-hal yang saya pikirkan itu ke depan,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Status BPNT Belum Muncul? Begini Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 di Situs Resmi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Yakin IHSG Kembali ke 8.000, Purbaya: Minggu Depan Lari Kencang
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemberdayaan Perempuan Muda dan Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Nasional
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Harga BBM per 23 Mei 2026, Berlaku di Seluruh SPBU RI
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Eksklusif! Curhatan ABK WNI yang Terjebak Hampir Sebulan di Selat Hormuz
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.