JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melawan masalah underinvoicing yang bikin tekor negara dengan jurus-jurus tertentu.
Underinvoicing adalah kecurangan berupa mencatat rendah nilai barang ekspor atau impor, lebih rendah ketimbang kenyataannya, dengan tujuan mendapatkan untung dari cara tersebut.
Itu adalah cara manipulator meraup cuan dengan cara culas, namun praktik lancung itu kabarnya sudah bak penyakit menahun di negara ini.
Pemerintah pun membentuk BUMN khusus ekspor yang dinamakan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Dengan kehadiran PT DSI, setiap aktivitas ekspor komoditas strategis akan melalui perusahaan pelat merah tersebut.
Menteri Investasi yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani sebelumnya menegaskan pembentukan PT DSI bertujuan mencegah praktik curang dalam kegiatan ekspor, yakni praktik underinvoicing dan underpricing.
Sebab, dua praktik memanipulasi data ekspor itu mengakibatkan penerimaan negara menjadi lebih kecil.
“Platform yang kami sudah set up, saya bilangnya: It’s one platform, multiple benefit. The world is happy, Indonesians are happier,” kata Rosan di DPR RI, sebagaimana dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (21/5/2026) lalu.
Baca juga: Bos Danantara Sebut PT DSI Akan Resmi Jadi BUMN Pekan Depan
Pembentukan perusahaan pelat merah baru itu merujuk pada Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam yang diteken Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengungkap, temuan dugaan praktik underinvoicing selama 34 tahun menjadi salah satu latar belakang pembentukan PT DSI.
Praktik tersebut disebut membuat negara kehilangan pendapatan hingga Rp 15.400 triliun.
Rosan menjelaskan tahap pertama operasional PT DSI akan memastikan ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA) strategis berlangsung lebih transparan.
BUMN baru tersebut juga akan memeriksa laporan transaksi, nilai, volume, hingga komoditas yang diekspor pengusaha.
“Dan tentunya kami akan melihat bahwa apakah nilai yang dicantumkan itu sudah mencerminkan nilai yang wajar sesuai dengan indeks pasar, indeks market yang ada di dunia,” ujar Rosan.
KOMPAS.com/Rahel Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (21/5/2026) siang.