Pantau - TNI Angkatan Laut mengklaim mampu memanen kedelai sebanyak dua hingga empat ton per hektare di sejumlah wilayah sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dijalankan melalui pengelolaan lahan tidur.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan hasil panen tersebut diperoleh dari beberapa daerah yang telah menjalankan program penanaman kedelai sejak 2025.
"Sebagai gambaran di beberapa lahan TNI AL seperti Lampung yang panen pada Oktober 2025 dengan luas lahan 30 hektare, mampu menghasilkan panen kedelai 4 ton per hektare," kata Tunggul di Jakarta, Sabtu.
Ia mengungkapkan pekan lalu panen kedelai juga dilakukan di Nganjuk, Jawa Timur, dengan luas lahan mencapai 400 hektare.
"Sedangkan pekan lalu di Nganjuk Jawa Timur dengan luas lahan 400 hektare, estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare," ujarnya.
Program Ketahanan Pangan TNI ALTunggul menjelaskan keberhasilan panen kedelai tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas yang diberikan Kementerian Pertahanan kepada TNI AL untuk fokus mengembangkan komoditas kedelai.
Ia mengatakan hasil panen dari lahan yang dikelola prajurit TNI AL dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pribadi maupun diperjualbelikan kembali guna meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Menurut dia, aktivitas penanaman kedelai hingga kini masih terus dilakukan di berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya program tersebut, TNI AL berharap hasil produksi kedelai dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menhan Tugaskan TNI AL Fokus Tanam KedelaiSebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pemerintah telah membagi tugas kepada matra TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai," kata Sjafrie saat rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Sjafrie menjelaskan TNI AL diberikan tanggung jawab menanam kedelai karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Ia juga menyoroti kualitas kedelai impor yang selama ini disebut sebagai bahan dasar pakan ternak di negara asalnya.
"Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” katanya.




