AI Google Search Dilaporkan Bermasalah, Respons Mesin Pencari Justru Jadi Mirip Chatbot

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Fitur AI pada mesin pencari Google kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna menemukan perilaku aneh pada AI Overview di Google Search. Alih-alih memberikan hasil pencarian relevan, sistem AI tersebut justru merespons beberapa kata tertentu seperti sedang berbicara dalam percakapan chatbot biasa.
 
Mengutip Phone Arena, laporan awal muncul ketika pengguna mengetik kata-kata seperti disregard, ignore, atau skip di Google Search. Dalam beberapa kasus, AI Overview tidak menampilkan ringkasan informasi seperti biasanya, melainkan memberikan jawaban seperti Message received! atau I’m here and ready to help.
 
Respons tersebut lebih menyerupai asisten AI percakapan dibandingkan dengan mesin pencari internet. Kejadian ini dilaporkan sebagai salah satu contoh lucu integrasi AI generatif dapat memunculkan perilaku tidak terduga di layanan pencarian modern.

Google dilaporkan memicu kebingungan antara kata perintah pencarian dengan instruksi langsung kepada chatbot AI. Masalah ini diduga berkaitan dengan cara AI Overview memproses kata kerja imperatif atau perintah singkat.
 
Sistem AI berpotensi menganggap input pengguna sebagai instruksi percakapan, bukan sebagai kueri pencarian biasa. Akibatnya, AI menghasilkan respons yang tidak sesuai dengan konteks pencarian web.
 
Sebagai informasi, Google telah mengakui adanya gangguan tersebut. Dalam pernyataannya kepada Android Authority, Google menyebut sistem mengalami kesalahan interpretasi terhadap kueri tertentu dan sedang menyiapkan perbaikan.
 
Google juga disebut telah menonaktifkan sementara AI Overview untuk beberapa kata kunci yang memicu bug tersebut. Insiden ini muncul di tengah dorongan besar Google untuk memperluas penggunaan AI generatif di layanan pencarian mereka.
 
Pada ajang Google I/O 2026, perusahaan teknologi raksasa ini memperkenalkan berbagai pembaruan berbasis Gemini AI yang kian mengintegrasikan chatbot dan kemampuan generatif ke dalam Search, Gmail, Chrome, hingga YouTube.
 
Kendati terdengar ringan dan menghibur, kejadian ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai tantangan implementasi AI di layanan publik berskala besar. Sistem AI generatif diketahui masih rentan salah memahami konteks, terutama ketika berhadapan dengan input ambigu atau instruksi singkat dari pengguna.
 
Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa batas antara mesin pencari tradisional dan chatbot AI semakin kabur. Dalam beberapa tahun terakhir, Google memang terus mengubah pengalaman pencarian menjadi lebih percakapan, sejalan dengan persaingan ketat melawan layanan AI seperti ChatGPT dan Claude.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Parlemen Slovenia Pilih Janez Jansa Jadi Perdana Menteri untuk Kali Keempat
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Lokomotif KA Jarak Jauh Anjlok di Stasiun Pasar Senen
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Pesona Penginapan Atas Air: Investasi Villa Bontang Kuala Siap Angkat Pariwisata Bahari ke Kancah Nasional
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Piala Jerman: Bayern berupaya tutup musim dengan dua gelar
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis 5 Tahun Penjara Eks Sekretaris MA Nurhadi
• 21 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.