Lara ART di Kelapa Gading Jakut, Jadi Korban Pemerkosaan Sopir pada Hari Pertama Kerja

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib pilu menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial DI (20) yang bekerja di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pasalnya, DI diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sopir majikannya berinisial DF pada hari pertama ia bekerja.

Kasus ini terungkap usai Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) tersebut dari majikan DI dan DF pada Kamis (21/5/2026) malam.

Baca juga: Kompolnas Dorong Polda Metro Jaya Jamin Pejalan Kaki Merasa Aman pada Malam Hari

"Kami menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan terjadinya TPKS, yang mana korbannya adalah dua orang, yaitu satu orang ART (DI) dan satu orang babysitter (EA, 20)," ucap Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsini saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (22/5/2026).

Kronologi

Ni Luh menjelaskan, DI yang datang dari kampung tiba di rumah majikannya di Kelapa Gading  untuk bekerja pada Minggu (17/5/2026) malam.

Usai tiba di rumah sang majikan, DF mendekati korban lalu memijat tubuhnya.

"Setelah datang dari kampung, setelah ganti pakaian, kemudian korban (DI) awalnya dipijat bagian punggungnya oleh pelaku. Kemudian korban yang satu lagi yang merupakan babysitter juga dipijat, tapi saat itu dipijat hanya bagian pundaknya saja sehingga korban tidak menolak," tutur dia.

Keesokan harinya pada Senin (18/5/2026) malam, pelaku masuk ke kamar DI saat kondisi rumah sedang sepi.

Ia menyebut, pelaku awalnya memijat bagian kaki dan pundak korban sebelum kemudian mengunci pintu kamar dan mematikan lampu.

Baca juga: Mandi-Cuci Pakai Air Kali Tercemar, Warga Cikarang Bekasi Alami Gatal hingga Diare

"Tanpa keinginan oleh si korban, tiba-tiba si pelaku mengunci pintu kamar dan mematikan lampu, kemudian melakukan persetubuhan secara paksa kepada korban," ujar Ni Luh.

Menurut Ni Luh, DI tidak berani melawan karena merasa ketakutan saat kejadian berlangsung.

"Korban merasa ketakutan aja. Karena kalau dia menolak takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada dirinya,” ujar dia.

Selain itu, korban mengaku semakin takut karena melihat ada gunting di atas meja yang mungkin bisa digunakan oleh terduga pelaku.

"Di mana si korban juga mengaku bahwa di meja itu ada gunting yang biasa buat motong makanan, jadi takut si pelaku nekat, makanya korban tidak berdaya," kata Ni Luh.

Lecehkan babysitter

Ni Luh mengungkapkan, DF diduga juga melakukan pelecehan seksual terhadap EA yang merupakan babysitter.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Menteri HAM Larang Tembak Begal di Tempat, Polda Metro: Keselamatan Masyarakat Lebih Utama


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca 23 Mei 2026: Waspada Hujan Lebat di Bengkulu hingga Maluku
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KA Jaka Tingkir & KA Serayu yang Anjlok di Stasiun Pasar Senen Sudah Dievakuasi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kuliah Umum di FH Unhas, Appi Cerita Perjalanan dari Penyiar Radio hingga Wali Kota Makassar
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Nyaris Jual Ginjal, Tersangka Pemalsuan Sertifikat Tanah di Jakbar Tempuh Restorative Justice
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Andre Rosiade Tengok Jemaah Haji Sumbar di Makkah, Serap Aspirasi dan Berbagi
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.