Jakarta: Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan peninjauan ke sejumlah pemondokan calo jemaah haji Indonesia (calhaj) di Sektor 1 dan Sektor 9, Makkah, Arab Saudi. Dari hasil pengawasan, layanan haji dinilai berjalan cukup baik, terutama pada aspek kesehatan, transportasi, dan konsumsi.
Dalam kunjungan ke Gedung 906 Sektor 9, anggota Timwas Haji DPR, Dewi Asmara, menyampaikan bahwa fasilitas pemondokan yang dihuni sekitar 2.000 calhaj dari Bekasi, Sukabumi, dan KKB berada dalam kondisi memadai. Ia menilai keberadaan 10 unit lift, musala, serta kios kebutuhan harian membantu kenyamanan jemaah.
"Alhamdulillah fasilitas di 906 ini cukup baik," kata Dewi di Makkah, Arab Saudi, Sabtu, 23 Mei 2026.
Wakil Ketua Komisi XIII itu juga menilai poliklinik di gedung tersebut juga dinilai baik. Sehingga mampu melayani hingga 150 jemaah per hari, termasuk menangani rujukan ke rumah sakit.
Meski demikian, beberapa catatan penting tetap menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti. Hal itu berdasarkan masukan dari jemaah.
Baca Juga :
Kronologi Penemuan Jenazah Firdaus, Jemaah Haji Lansia yang Hilang di MakkahSelain itu, sejumlah calhaj mengeluhkan koper yang rusak. Namun, mereka tidak dapat membeli koper baru karena aturan pengangkutan maskapai.
Pada kesempatan yang sama, anggota Timwas Haji DPR, Zainul M, meninjau klinik satelit di gedung tersebut. Ia memastikan tenaga kesehatan dan obat-obatan tersedia dengan baik.
Menurut dia, keluhan kesehatan terbanyak yang diterima yaitu batuk dan pilek akibat cuaca ekstrem serta kelelahan setelah beribadah di Masjidil Haram.
Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.
Sementara itu, anggota Timwas Haji DPR, Bambang Heru, meninjau Hotel 103, 111, dan penginapan 309. Berdasarkan hasil perbincangan dengan 30 calhaj asal Surabaya, pelayanan di sana dinilai sangat memuaskan.
Salah satu aspek yang diapresiasi yaitu transportasi publik. Sebab, layanan Bus Shalawat menuju Masjidil Haram beroperasi 24 jam dan berhenti tepat di depan penginapan.
Dari sisi konsumsi, jemaah menyebut makanan tersedia berlimpah, mulai dari lauk ayam, telur, ikan, sayur, hingga buah seperti apel. Meski demikian, sebagian jemaah mengeluhkan rasa makanan yang dinilai kurang sesuai selera.
Bambang juga menemukan adanya kekurangan 12 gelang identitas jemaah. Padahal, tanda pengenal tersebut penting untuk proses identifikasi saat puncak haji di Arafah. Ia berkomitmen berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
Timwas DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelayanan haji agar seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan lancar. Evaluasi terhadap fasilitas laundry, akses internet, dan kelengkapan identitas jemaah menjadi bagian dari rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak terkait.




