Suasana ruang perpustakaan berdinding kaca di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan berbeda dari yang biasanya diisi pengunjung membaca buku atau membuka laptop. Siang itu, Jumat (22/5/2026) komunitas Mininalist Moms Indonesia (MMID) menggunakan ruangan tersebut selama dua jam pada pukul 12.00 hingga 14.00, waktu yang relatif sepi untuk sebuah kegiatan ibu-ibu yang berjudul “Pasar Tukar.” Komunitas MMID sendiri beranggotakan sekitar 400 orang yang memanfaatkan platform telegram untuk sarana komunikasi.
Pasar Tukar oleh komunitas MMID adalah gerakan tukar-menukar barang (swab/preloved) berbasis ekonomi sirkular yang diselenggarakan secara berkala di kawasan Jabodetabek dan sejumlah wilayah lain. Kegiatan ini mewadahi kampanye dengan tagar #PedePakaiPreloved dan #MinimalisMulaiDariRumah. Peserta dapat menghibahkan barang layak pakai dan mengadopsi barang lain yang mereka butuhkan secara gratis tanpa menggunakan uang tunai.
Berbagai barang antara lain pakaian, perlengkapan rumah tangga, alas kaki, perlengkapan ibu dan anak, mainan atau boneka dan buku yang layak pakai dapat berpindah tangan antarpeserta kegiatan dalam satu sesi kegiatan ini. Mekanisme yang berlaku adalah sistem hibah (mendonasikan barang) dan adopsi barang. Peserta menyetorkan barang pribadi yang sudah tidak terpakai untuk dihibahkan. Sebagai gantinya, mereka dapat “mengadopsi” barang bawaan peserta lain yang dirasa lebih bermanfaat.
Peserta pasar yang bersifat terbuka bagi masyarakat tersebut sebelumnya telah mendaftar secara daring dan diundang dalam grup WhatsApp untuk diinformasikan peraturan-peraturannya. Saat hari H mereka akan membawa barang-barang sesuai dengan poin kurasi panitia. Barang-barang tersebut akan dikurasi langsung oleh panitia untuk menentukan lolos tidaknya dipajang dalam pasar itu di lokasi kegiatan.
Kuota jumlah peserta yang bergabung tergantung luas ruangan yang berpindah-pindah setiap penyelenggaraan sekitar dua bulan sekali di satu kota. Siang itu, dalam penyelenggaraan yang bekerjasama dengan entitas BUMN ini sebanyak 68 peserta telah mendaftar. Adapun peserta yang terdaftar akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari sekitar 10 hingga 20 orang yang akan memilih barang yang diadopsi dalam beberapa sesi sesuai jumlah kelompok. Satu sesi berlangsung sekitar 30 menit yang berarti menjadi batas waktu bagi peserta untuk memilih atau mencoba barang.
Dalam ketentuan yang berlaku dalam pasar ini, peserta dapat menghibahkan maksmimal enam item barang dan mengadopsi barang lain dalam jumlah yang sama. Barang tersebut sebelumnya dikurasi terlebih dahulu oleh panitia untuk dilihat kelayakannya.
“Pasar Tukar bertujuan untuk mendorong dan membangun support sistem buat teman-teman perempuan. Gak cuman yang udah jadi ibu, yang masih single-single juga kita terbuka gitu untuk sama-sama bareng-bareng belajar untuk menerapkan gaya hidup minimalis, berkesadaran atau mindfulness dan ramah lingkungan,” tutur Visyah selaku pendiri dan Direktur Eksekutif MMID sebagai inisiator kegiatan tersebut.
Pasar Tukar disambut antusias oleh para peserta yang telah memiliki visi yang sama untuk mengurangi konsumersime dan pemanfaatan kembali barang layak pakai. Mereka rela datang dari jauh untuk mengikuti kegiatan ini. Seperti Risti (28) yang datang dari Koja Jakarta Utara dengan menaiki sepeda motor. Ibu rumah tangga yang menjadi bagian dari komunitas MMID ini mengikuti informasi terkini kegiatan dari sosial media. “Seminggu lalu saya juga ikut kegiatan Pasar Tukar di Margonda, Depok.” tuturnya
”Acara ini sendiri sebenarnya sih sangat bermanfaat ya Kalau misalkan memang ada barang yang di rumah itu nggak dibutuhin tapi ternyata kebermanfaatannya itu bisa diperpanjangkan. Kita bisa saling tukar, kayak gitu kan. Dan kalaupun kita lihat ada yang memang bermanfaat buat kita kenapa nggak kita saling tukar aja,” ujarnya. Ia membawa enam barang seperti buku, boneka dan alas kereta bayi. Akhirnya terkurasi lima barang yang layak tukar.
Niat peserta untuk adopsi terkadang baru muncul setelah melihat langsung di pasar.“Awalnya kan memang mau hibah aja Tapi ada juga kira-kira tuh kayak tadi ada salah satu buku kayaknya bagus juga nih dibaca Akhirnya aku ambil buat tukar barang gitu,” tambahnya.
Peserta lain, Muli (30) seorang ibu rumah tangga datang dari Tangerang Selatan mengendarai mobil bersama dua anaknya. Ia menghibahkan sebelas barang dan mengadopsi dalam jumlah yang sama. Muli mengaku beruntung mengadopsi sebuah boneka kucing yang kebetulan sangat disukai oleh anaknya. Ibu ini menghibahkan baju-baju dewasa dan gamis serta mengadopsi baju rumahan, buku-buku dan mainan.
“Menurut saya pasar tukar ini bagus sih, bagus banget. Jadi yang tadinya udah selesai dibaca nih buku-bukunya. Bisa ditukar sama yang belum dibaca. Terus baju-baju yang tadinya udah gak bisa dipakai karena menyusui kan. Jadi bisa dapet baju yang user friendly di sini,” ujarnya.
Meja check-out di depan pintu masuk perpustakaan menjadi gerbang keluar bagi barang-barang yang akan beralih pemilik. Bagi anggota komunitas MMID dan khalayak umum, Pasar Tukar ini telah menjadi penjembatan bagi keberlangsungan usia pakai barang dan orang-orang yang ingin mengurangi barang yang masih layak pakai di rumah.





