JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Turkiye turut memfasilitasi pembebasan dan kepulangan para relawan Global Sumud Flotilla, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI). Pesawat disiapkan untuk mengantar mereka pulang.
"Turkiye telah mengirimkan tiga pesawat yang disediakan oleh Turkish Airlines untuk kepulangan yang aman bagi seluruh anggota Organisasi Non-Pemerintah dari 41 negara yang berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla," tulis Duta Besar Turkiye untuk Indonesia, Talip Kucukcan, dalam keterangan persnya, Jumat (22/5/2026).
Pemerintah Turkiye dalam keterangannya, mengatakan sembilan WNI dalam kapal Global Sumud Flotilla yang sempat ditahan oleh pasukan keamanan Israel telah tiba di Istanbul dengan selamat pada tanggal 21 Mei 2026.
Talip Kucukcan menegaskan negaranya mendukung proses repatriasi warga negara Indonesia dan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan.
Baca juga: 9 WNI Jalani Visum oleh Otoritas Turkiye Sebelum Pulang ke RI
Pemerintah Turkiye menyatakan, 422 relawan bantuan kemanusiaan telah dipulangkan dengan selamat dan cepat.
Dia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang sempat ditahan juga telah kembali ke Turkiye dengan selamat dan bertemu pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul.
Dalam keterangan yang sama, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono mengapresiasi bantuan dan dukungan pemerintah Turkiye.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah Turkiye atas dukungan penuh mereka dalam membantu kepulangan (9 warga negara Indonesia)” ucap Sugiono.
Baca juga: Pelajaran bagi Kemlu RI Usai Bebasnya 9 WNI dari Israel
9 WNI segera pulang ke IndonesiaDiketahui, 9 WNI yang ditangkap Israel saat menjadi relawan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla berada di Turkiye setelah dibebaskan dari Israel pada Kamis (21/5/2026) kemarin.
Mereka akan pulang ke Indonesia dari Turkiye pada Sabtu (23/5/2026).
"Insyaallah akan kembali ke tanah air, yang direncanakan sih insyaallah kalau tidak ada kendala besok, Sabtu ya," kata Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2026).
Ia menyebutkan, proses pemulangan relawan ke Istanbul berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak.
Harfin juga menjelaskan bahwa ada sejumlah Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalani para relawan setelah bebas dari Israel.
"Ya ada SOP-nya nanti ada pemeriksaan, testimoni video untuk kesaksian sebagai bukti kekerasan Zionis nanti akan dikumpulkan dulu gitu buat bahan laporan," ujar Harfin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




