Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meresmikan pembangunan dan revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara di Manado. Upaya peningkatan museum ini merupakan bentuk peran pemerintah provinsi terhadap komitmen pemajuan kebudayaan.
Dalam sambutannya, Fadli menekankan peran museum tidak hanya sebagai tempat menyimpan sejarah dan budaya, tetapi juga infrastruktur hulu dalam ekonomi budaya, sumber narasi, inspirasi, penciptaan baru, dan nilai tambah pembangunan daerah.
Ia juga mendorong kerja sama dalam pengelolaan museum dengan skema public-private partnership yang melibatkan para filantropis yang peduli kepada seni, budaya, museum, untuk ikut memajukan museum.
"Museum menjadi salah satu etalase budaya dan peradaban yang memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Saya harap Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara menjadi terus kebanggaan kita semua, menjadi contoh museum daerah yang hidup inklusif, berdampak," jelas Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).
Adapun pembangunan dan revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara merupakan inisiasi pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk melestarikan nilai-nilai budaya daerah Sulawesi Utara agar maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Tampilan wajah baru Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara diharapkan dapat menjadi praktik baik bagi museum daerah yang inklusif dan berdampak.
Selain itu, manfaat museum dapat dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya edukasi dan rekreasi, tetapi juga sumber inspirasi dan narasi dalam memajukan kebudayaan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus menyampaikan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan museum yang sudah dibangun sejak tahun 1974 silam ini.
"Tentunya museum negeri ini merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Utara. Untuk itu kami sepakat untuk memelihara, menjaga, dan mengenal sejarah tentang Sulawesi Utara, baik masa lalu dan masa kini. Karena di dalamnya terdapat masa lalu dan menggunakan teknologi modern AI, ini perpaduan tradisional dan konvensional dan modern," pungkas Yulius.
Sebagai informasi, acara Peresmian Revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara turut diisi dengan penyerahan 21 sertifikat Warisan Budaya Tak Benda yang diwakili oleh tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Utara; dan penyerahan tiga sertifikat Cagar Budaya Provinsi kepada dua kabupaten dan satu sertifikat Cagar Budaya Nasional kepada Kabupaten Minahasa Utara.
Pemerintah Sulawesi Utara turut menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 1000 pelaku dan komunitas seni budaya, dan penyerahan alat musik Kolintang kepada tujuh sanggar di tujuh kabupaten/kota Sulawesi Utara.
Turut hadir bersama Gubernur Sulawesi Utara, di antaranya Walikota Manado, Andrei Angouw; Bupati Minahasa, Robby Dondokambey; Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, dan sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, serta sejumlah tokoh dan pelaku budaya di Sulawesi Utara.
Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, Anton Hariyanto.
(prf/ega)





