Donald Trump Lantik Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melantik Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve System (Bank Sentral AS) di tengah meningkatnya inflasi akibat perang yang masih berlangsung melawan Iran.

Pelantikan Warsh itu membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat, seperti yang diinginkan Trump, menjadi semakin kecil.

Baca Juga :
Trump Lagi-lagi Ancam Iran dengan Serangan Besar Jika Tak Mau Ikuti Kemauan AS
Bocor! Hubungan Trump dan Netanyahu Mulai Retak Usai Bersitegang soal Perang Iran

Penunjukan Warsh untuk menjabat selama empat tahun di pucuk pimpinan bank sentral paling berpengaruh di dunia itu secara luas dinilai sebagai keinginan Trump mengubah kebijakan moneter AS.

Namun, dengan banyak investor yang kini memprediksi suku bunga naik tahun ini akibat meningkatnya biaya, Warsh menghadapi tugas berat untuk mengarahkan The Fed memenuhi mandat ganda, yakni menjaga stabilitas harga serta mendorong lapangan kerja secara maksimal.

"Ketika kami mengejar tujuan itu dengan kebijaksanaan dan kejelasan, independensi dan keteguhan, maka inflasi bisa lebih rendah, pertumbuhan lebih kuat, pendapatan riil lebih tinggi, dan Amerika bisa menjadi lebih makmur; serta yang tak kalah penting, posisi Amerika di dunia menjadi lebih aman," kata Warsh saat upacara pelantikan di Gedung Putih.

Guna menjalankan misi tersebut, Warsh berkomitmen akan memimpin Bank Sentral yang berorientasi pada reformasi, belajar dari keberhasilan dan kesalahan masa lalu, keluar dari kerangka dan model yang statis, serta menjunjung standar integritas dan kinerja yang jelas.

"Hari ini menandai kembalinya saya ke institusi yang benar-benar saya hargai," kata Warsh.

Pergantian kepemimpinan Bank Sentral itu terjadi saat AS masih berperang melawan Iran, yang dilancarkan sejak akhir Februari lalu, hingga mendorong harga energi melonjak dan memperumit prospek inflasi.

Warsh menggantikan Jerome Powell, yang berulang kali dikritik Trump karena tidak mengikuti seruannya untuk menurunkan biaya pinjaman.

Sejak memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden pada Januari 2025, Trump terus menekan Powell agar memangkas biaya pinjaman, sementara muncul banyak kritik yang memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat melemahkan independensi The Fed.

"Kami sangat beruntung memilikinya. Federal Reserve adalah pilar sistem keuangan dunia dan bank sentral paling penting di dunia. Saya ingin Kevin benar-benar independen. Saya ingin dia independen dan melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Jangan melihat saya, jangan melihat siapa pun, lakukan saja pekerjaanmu sendiri dan lakukan dengan baik," kata Trump saat memperkenalkan Warsh dalam acara tersebut.

Baca Juga :
Iran Balas Ancaman Trump: Kami Sudah Siapkan Kejutan Spesial Untuk Kalian!
Trump Disebut Akan Lancarkan Serangan Baru dalam Hitungan Hari, Ini Bocorannya
Klaim Perang Segera Berakhir, Trump Sebut Iran Sudah Kelelahan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Pembatasan BBM Pertalite per 1 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga Pastikan Hoaks
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Siap-Siap Cair Juni 2026, Ini Rincian Besaran Gaji ke-13 Terbaru untuk Kelompok Pensiunan
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
3 Menu Ide Masakan di Hari Raya Idul Adha Selain Sate atau Tongseng, Gak Kalah Lezat!
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Mati Listrik Massal di Sumatra, Pemerintah Merespons Begini
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Menkeu: Ekonomi RI tumbuh 5,61 persen tertinggi sejak kuartal III-2022
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.