Prabowo Minta Anak Buahnya Jalankan Proyek Produktif: Kantor Megah, Produknya Tidak Ada

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya di Kabinet Merah Putih untuk menjalankan proyek yang produktif dan menghasilkan nilai tambah demi memastikan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Prabowo mengatakan pemerintah kini tengah membangun sejumlah kawasan produksi komoditas perikanan tidak hanya untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat terpenuhi, tetapi juga demi ekspor yang menghasilkan devisa bagi negara.

Baca Juga :
Asosiasi Pengusaha Sambut Positif Pembentukan DSI
Terungkap! Isi Pembicaraan Rahasia Hotman Paris dan Presiden Prabowo Soal Kasus Nadiem Makarim

"Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang mendatang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif," kata Prabowo saat menyaksikan panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan Kebumen, Jawa Tengah yang disaksikan daring dari Jakarta, Sabtu.

Presiden menjelaskan pembangunan produktif yang dimaksud adalah menjalankan program atau proyek yang menghasilkan nilai tambah. 

Adapun, Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan Kebumen tidak hanya berpotensi menghasilkan 40 ton udang per satu hektare, tetapi juga telah menyerap 650 pekerja dari wilayah setempat.

"Saya kasih petunjuk ke kabinet yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan, adalah proyek-proyek yang produktif," ujar Prabowo.

Sebagai contoh, Prabowo menjelaskan pemerintah saat ini tengah membangun kawasan tambak terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur dan revitalisasi tambak ikan di wilayah Jawa Barat.

Presiden menyebut proyek produktif adalah yang menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat, menghasilkan nilai tambah serta menambahkan kekayaan bangsa dan pendapatan rakyat.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini menunda pembangunan yang berfokus pada pendirian kantor-kantor yang mewah. Prabowo menggarisbawahi banyaknya bangunan kantor megah tidak berkaitan dengan langsung dengan produktivitas.

"Kantor megah, produknya tidak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan," ucapnya. (Ant)

Baca Juga :
Pejabat Ekonomi Era SBY Diundang Prabowo ke Istana, Bahas Krisis 2008
Ditelepon Prabowo Subianto, Hotman Paris Bongkar Rahasia Kasus Nadiem Makarim
Cegah Praktik Korupsi, DPR Dorong KPK-Ombudsman Perketat Pengawasan Aparat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persiapan Drama Musikal, Asri Welas Latihan Vokal Hingga Minum Kencur Tiap Hari
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Aiman Witjaksono Tegaskan Komitmen Bela Perjuangan Gaza Tak Akan Bergeser
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Menteri Purbaya soal Pencopotan Dirjen Bea Cukai: Saya Ikut Perintah Bapak Presiden
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri Dody Buka Suara Soal Penetapan 3 Pejabat Kementerian PU Jadi Tersangka
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Berani Beradu Kawal Debut Suroboyo 10K
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.