Rahasia Besar Iran Terbongkar: Fasilitas Nuklir Super Dalam Disebut Tak Bisa Dijangkau AS

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia— Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah mantan pejabat militer senior Amerika melontarkan pernyataan yang mengejutkan dunia internasional. Di tengah spekulasi mengenai langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah kembali ke Gedung Putih, muncul dugaan bahwa Iran kemungkinan bukan lagi sedang mengejar senjata nuklir, melainkan mungkin sudah berhasil memilikinya secara diam-diam.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan oleh mantan Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat, Larry Wilkerson, dalam sebuah wawancara yang tayang pada 20 Mei 2026 bersama pembawa acara terkenal di platform X, Mario Nawfal.

Ucapan Wilkerson langsung memicu gelombang kekhawatiran baru di kalangan pengamat geopolitik, intelijen, dan militer internasional. Jika pernyataannya benar, maka keseimbangan kekuatan di Timur Tengah berpotensi berubah drastis dalam waktu singkat.

Sosok Larry Wilkerson Bukan Tokoh Sembarangan

Larry Wilkerson bukanlah analis biasa yang sekadar memberikan opini politik. Ia pernah menjabat sebagai kepala staf Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Powell, dan termasuk salah satu tokoh penting dalam lingkaran keamanan nasional AS pada era perang Irak.

Wilkerson juga diketahui pernah terlibat langsung dalam berbagai operasi intelijen strategis, termasuk penanganan isu nuklir Korea Utara serta pengungkapan jaringan proliferasi nuklir internasional milik Abdul Qadeer Khan pada tahun 2002. Abdul Qadeer Khan sendiri dikenal luas sebagai “bapak bom nuklir Pakistan” dan pernah dituduh menyebarkan teknologi nuklir ke berbagai negara.

Menurut Wilkerson, kasus intelijen pada awal 2000-an itu membuka mata Washington bahwa Korea Utara dan Iran ternyata memiliki hubungan kerja sama militer dan nuklir yang jauh lebih dalam dibanding yang diketahui publik.

Dugaan Korea Utara Membantu Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah

Dalam wawancara tersebut, Wilkerson mengungkapkan bahwa Korea Utara diduga bukan hanya memasok teknologi kepada Iran, tetapi juga membantu Teheran membangun jaringan fasilitas nuklir rahasia di bawah tanah.

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Iran dianggap sangat mirip dengan Korea Utara, terutama dari sisi struktur pegunungan dan lapisan batuannya. Faktor inilah yang disebut memudahkan pembangunan fasilitas militer tersembunyi yang sulit dideteksi satelit maupun serangan udara.

Menurut Wilkerson, Pyongyang kemungkinan mengajarkan teknik pembangunan bunker superdalam kepada Iran, termasuk metode perlindungan fasilitas nuklir dari serangan rudal penghancur bunker milik Amerika Serikat.

Ia bahkan menyatakan bahwa fasilitas rahasia tersebut mungkin berada sangat dalam di bawah tanah hingga lokasi pastinya belum diketahui secara pasti oleh intelijen AS maupun badan intelijen Israel, Mossad.

Pernyataan ini menjadi sangat sensitif karena selama bertahun-tahun Israel dan Amerika Serikat terus memantau aktivitas nuklir Iran melalui pengawasan satelit, operasi siber, serta infiltrasi intelijen.

Iran Diduga Sudah Masuki Tahap Akhir Perakitan Senjata Nuklir

Bagian paling mengejutkan dari wawancara Wilkerson muncul ketika ia menyebut bahwa Iran kemungkinan kini telah memasuki tahap akhir pengembangan senjata nuklir.

Menurutnya, fasilitas bawah tanah rahasia itu diduga sedang digunakan untuk proses akhir perakitan, termasuk memasukkan uranium yang telah diperkaya ke dalam sistem rudal.

Meski tidak menunjukkan bukti konkret secara publik, Wilkerson mengatakan dirinya percaya Iran sudah jauh lebih maju dibanding perkiraan banyak analis Barat.

Ia juga memperingatkan bahwa apabila suatu hari Israel menyerang fasilitas nuklir utama Iran atau menyerang situs sensitif seperti kompleks nuklir Dimona di Israel, Teheran mungkin akan langsung membuka “kartu truf” dan mengumumkan diri sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Skenario semacam itu dinilai dapat memicu perubahan besar dalam peta geopolitik global, khususnya di Timur Tengah.

Solusi Diplomatik Dinilai Hampir Mustahil

Wilkerson juga menyampaikan pandangan pesimistis mengenai peluang diplomasi antara Washington dan Teheran.

Menurutnya, jika Iran benar-benar telah menyelesaikan pengembangan senjata nuklir secara diam-diam, maka peluang menghentikan program tersebut lewat negosiasi hampir tidak ada.

Ia menilai satu-satunya pilihan yang mungkin tersisa bagi Amerika Serikat adalah menemukan lokasi fasilitas rahasia tersebut, lalu melancarkan operasi militer cepat menggunakan pasukan khusus.

Namun langkah seperti itu tentu membawa risiko sangat besar, termasuk kemungkinan perang regional berskala luas yang melibatkan Israel, Iran, kelompok proksi di Timur Tengah, hingga kekuatan global lain seperti Rusia dan Tiongkok.

Konflik Internal Iran Mulai Memanas

Di tengah meningkatnya tekanan eksternal, Iran juga disebut sedang menghadapi gejolak internal yang serius.

Menurut laporan sejumlah media Arab dan Radio Free Voice, sepanjang Maret hingga April 2026 terjadi bentrokan bersenjata di beberapa kota penting Iran, termasuk Teheran, Isfahan, dan Tabriz.

Yang mengejutkan, bentrokan itu bukan melibatkan kelompok oposisi, melainkan konflik antara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan militer reguler Iran sendiri.

Beberapa laporan bahkan menyebut adanya korban jiwa di kedua pihak.

Sumber-sumber tersebut mengungkapkan bahwa Garda Revolusi mulai mencurigai adanya kebocoran informasi rahasia mengenai pangkalan rudal serta fasilitas drone Iran kepada Israel dan Amerika Serikat.

Kecurigaan kemudian mengarah kepada unsur-unsur tertentu di tubuh militer reguler Iran yang dituduh menjadi “mata-mata internal.”

Situasi itu disebut memicu gelombang penangkapan besar-besaran serta ketegangan serius di internal aparat keamanan Iran.

Pengamat menilai konflik seperti ini sangat berbahaya karena dapat berkembang menjadi perebutan kekuasaan internal yang mengancam stabilitas pemerintahan Iran sendiri.

Trump Dinilai Sedang Menunggu Momen Terbaik

Bagi Presiden Donald Trump, kondisi tersebut dianggap sebagian analis sebagai peluang strategis yang sangat menguntungkan.

Selama ini Trump dikenal memiliki pendekatan tekanan maksimum terhadap Iran, namun pada saat yang sama lebih menyukai strategi melemahkan lawan tanpa harus terlibat perang besar berkepanjangan.

Sejumlah analis percaya Washington mungkin sedang memanfaatkan tekanan ekonomi, infiltrasi intelijen, serta konflik internal Iran untuk memperlemah rezim dari dalam.

Sementara itu, analis intelijen dari Channel 14, Dror Barzadeh, mengatakan elite Iran percaya Trump kemungkinan hanya akan melakukan serangan terbatas jika benar-benar memutuskan mengambil opsi militer.

Karena itulah, menurutnya, Teheran diduga sengaja memperlambat proses negosiasi sambil terus melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat dan Israel.

Dunia Menunggu Langkah Berikutnya

Kini perhatian dunia internasional tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah Amerika Serikat di bawah Donald Trump akan benar-benar melancarkan operasi militer terhadap Iran?

Atau justru Iran akan lebih dahulu terguncang oleh konflik internal sebelum perang besar benar-benar terjadi?

Di tengah meningkatnya ketegangan global, Timur Tengah kembali berdiri di ambang krisis baru yang dapat mempengaruhi keamanan internasional, harga energi dunia, hingga keseimbangan kekuatan nuklir global.

Untuk saat ini, belum ada bukti resmi yang dipublikasikan pemerintah Amerika Serikat maupun badan intelijen internasional yang memastikan Iran telah memiliki senjata nuklir. Namun pernyataan Larry Wilkerson telah cukup untuk memicu alarm baru di panggung geopolitik dunia. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Gelontorkan Rp30 Triliun untuk Benahi Perlintasan Sebidang, Jatim Mulai Digarap
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lensa Berbicara: Massa AWG Gelar Aksi Solidaritas, Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Aktivis Palestina
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Kunker ke NTT, Gibran: Tak Ada Lagi Pembangunan Jawa Sentris, Tapi Indonesia Sentris
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Kesaksian Mengerikan WNI yang Diculik Israel saat Berlayar ke Gaza, Diberondong Tembakan!
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Sembilan WNI yang Ditangkap Israel Sudah Bebas, GPCI Pastikan Misi Kemanusiaan ke Gaza Berlanjut
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.