Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di wilayah Pantai Utara (Pantura) dapat memasuki tahap yang lebih matang pada tahun depan.
Hal itu disampaikan AHY usai menghadiri Munas IKASTARA di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5).
"Kita kejar terus, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih matang lagi konsepnya," kata AHY.
AHY menjelaskan proyek Giant Sea Wall merupakan proyek besar yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan banyak pemangku kepentingan.
"Terkait dengan Giant Sea Wall tadi, Giant Sea Wall ini juga sebuah mega project yang tengah dirumuskan dan dimatangkan karena tidak hanya melibatkan satu-dua pihak. Ini melibatkan lima provinsi, 20 kabupaten, lima kota se-Indonesia, terutama yang ada di Pantura," ujarnya.
Menurutnya, proyek tersebut tidak semata bertujuan membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi langkah mitigasi terhadap ancaman lingkungan yang semakin nyata di kawasan pesisir utara Pulau Jawa.
"Kira-kira ada 50 juta masyarakat yang tinggal di wilayah Pantura dan bukan hanya mengantisipasi ancaman ekologis berupa penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan laut yang mengakibatkan banjir rob di sejumlah kawasan, terutama di Teluk Jakarta dan juga di kawasan Semarang, Demak dan Kendal," terang dia.
AHY menyoroti kondisi penurunan muka tanah yang dinilai semakin memburuk setiap tahunnya. Situasi tersebut, menurutnya, membutuhkan intervensi melalui solusi infrastruktur yang terintegrasi.
"Penurunan permukaan tanah juga bisa dikatakan semakin buruk dari tahun ke tahun, 5-15, 15 hingga 20 cm turunnya setiap tahun. Ini perlu intervensi, perlu solusi infrastruktur," ucap AHY.
Ia mengatakan, pembangunan tanggul laut akan dipadukan dengan pendekatan berbasis alam atau nature-based solution agar upaya penanganan pesisir tidak hanya mengandalkan konstruksi semata.
"Di antaranya adalah dengan membangun tanggul, tanggul pantai atau tanggul laut kalau memang sudah parah, dan diintegrasikan dengan konsep yang lebih alamiah, nature-based solution, misalnya dengan mangrove. Kita pecah ombaknya dan kita pastikan menghindari terjadinya tenggelamnya masyarakat kita di pesisir," tandas dia.
Giant Sea Wall Pantura merupakan proyek pembangunan tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa untuk melindungi wilayah pesisir dari banjir rob, abrasi, kenaikan muka air laut, dan penurunan tanah (land subsidence).
Proyek ini direncanakan membentang sekitar 535 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.





