Prabowo: Dunia Banyak Pertikaian, Indonesia Harus Bangun Pertahanan

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memperkuat pertahanan negara karena situasi geopolitik global saat ini bergejolak.

"Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada," kata Prabowo di Kebumen, Jawa Tengah, disiarkan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Prabowo Beri TNI Jet Tempur dan Misil: Kepentingan Kita Jaga Wilayah

Kepala Negara mengatakan Indonesia juga harus memiliki kekuatan untuk menjaga kekayaan alam di Tanah Air.

"Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita," tegasnya.

Menurut Prabowo, kini Indonesia sudah mengelola kekayaan alamnya sendiri.

Jangan sampai Indonesia dipermainkan dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

"Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu," ucap Prabowo.

"Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," sambungnya.

Baca juga: Usai Jet Rafale Perancis, Indonesia Terima Lagi 2 Jet T-50i dari Korsel

Sebut pencapaian 19 bulan masa jabatannya

Di kesempatan ini, Prabowo mengungkapkan sejumlah pencapaian pemerintah di bawah kepemimpinannya.

Dia menyebutkan, Indonesia sudah swasembada di berbagai sektor pertanian.

"19 Bulan, alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung," kata Prabowo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lebih lanjut, ia menargetkan Indonesia juga harus bisa swasembada di sektor produk protein hewani.

"Telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sedang kita kerjakan mungkin kita empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
• 5 jam laluterkini.id
thumb
PLN Pastikan Kelistrikan di Aceh Mulai Pulih Setelah Padam Total Akibat Cuaca Ekstrem
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Pihak Ririn Bantah Terlibat Kasus Pembunuhan Keluarga di Indramayu, Bongkar Bukti Rekaman Suara Terdakwa
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Massa Bakar Tenda Perawatan Ebola di Kongo Akibat Rebutan Jenazah
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs, Refly Harun: Pernyataan Normatif!
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.