JAKARTA, DISWAY.ID -- Percepatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B dilakukan Kementerian Perdagangan untuk mendukung kelancaran ekspor produk makanan siap saji (ready-to-eat).
SKA dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan makanan jemaah haji Indonesia musim haji 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan agar distribusi makanan bagi jemaah di Tanah Suci tetap terjaga dan tidak mengalami hambatan administrasi.
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni mengatakan, Kemendag turut memfasilitasi berbagai kendala teknis yang dihadapi eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI) dalam pengiriman hampir 360 ribu porsi makanan siap saji ke Arab Saudi.
BACA JUGA:Momen Zulhas Salah Sebut Nama Desa di Kebumen, Prabowo: Perlu di Reshuffle Tidak?
“Kami terus mengawal dan memfasilitasi berbagai kendala teknis agar ekspor produk siap saji Indonesia dapat berjalan lancar. Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Zulvri.
Ia menjelaskan, percepatan penerbitan SKA Form B menjadi salah satu strategi penting yang dilakukan pemerintah untuk memperlancar proses ekspor. Selain itu, Kemendag juga mendorong percepatan pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA) serta mempercepat proses pengeluaran barang di kepabeanan Arab Saudi.
Produk makanan yang dikirim terdiri dari berbagai menu khas Indonesia seperti nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, hingga daging balado.
Produk tersebut telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan sertifikat kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Saat ini, seluruh produk telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
BACA JUGA:Innalillahi, Firdaus Jemaah Haji Indonesia yang Hilang Sepekan Ditemukan Meninggal Dunia
Menurut Zulvri, kebutuhan makanan siap saji bagi jamaah haji Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Dengan jumlah jamaah yang besar, kebutuhan makanan siap saji diperkirakan mencapai minimal 1 juta porsi selama musim haji.
"Fasilitasi Kemendag dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk Haji tahun berikutnya," imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan PT HATI di Arab Saudi, Arif Billal mengapresiasi dukungan KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh dalam membantu mempercepat proses administrasi dan regulasi ekspor di Arab Saudi.
“Kami merasakan peran besar KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh untuk mempercepat persetujuan hasil uji makanan siap saji dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) serta persetujuan pengeluaran barang dari daerah kepabeanan oleh Bea Cukai Arab Saudi. Hal ini penting agar jamaah haji Indonesia tetap dapat menikmati makanan asli Indonesia sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah haji,” ujar Arif.
BACA JUGA:Veda Ega Pratama Bikin Media Eropa Kagum, Honda Team Asia Punya ‘Travis Pastrana’ di Moto3
- 1
- 2
- »





