AHY Sentil Ego Sektoral Kementerian Era Prabowo: Merasa Paling Penting, Rebutan Anggaran

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung masih adanya ego sektoral antarkementerian dan lembaga di pemerintahan Prabowo Subianto.

Menurut AHY, ego sektoral itu membuat kementerian merasa paling penting hingga saling berebut anggaran, padahal tujuan pembangunan pemerintah sama.

“Masalahnya sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi, antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego,” ujar AHY, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

“Yang paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue dulu. Gue lebih penting. Gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal, tujuannya sama,” sambung dia.

Baca juga: AHY Harap Giant Sea Wall Pantura Dibangun Mulai 2027

AHY menyampaikan hal itu saat menyoroti tema Munas Ikastara ke-11, yakni “Connect, Collaborate and Lead the Change”.

Menurut dia, tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, terutama dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas kementerian.

AHY mengatakan, koneksi dan kolaborasi penting agar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, hingga komunitas dapat berjalan dalam arah yang sama.

Core-nya ya semangat kita di sini. Kolektif, solution, government, akademik, bisnis, media dan community. atau apapun bentuknya, yang jelas ada tiga hal itu dan saya setuju sekali,” ungkap AHY.

Menurut AHY, ego sektoral tersebut dapat membuat pembangunan tidak terintegrasi dan akhirnya tidak optimal.

Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung akibat minimnya koordinasi antarinstansi.

“Mungkin di masa lalu ada pembangunan infrastruktur yang tidak saling terhubung satu sama lain, mungkin saja karena tidak bicara satu sama lain,” kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Baca juga: AHY Minta PLN Investigasi Penyebab Pasti Blackout Sumatera

Selain itu, lanjut AHY, pembangunan bandara besar juga tidak akan optimal apabila akses konektivitas menuju lokasi tersebut terbatas.

“Kita membuat bandara besar, tapi kalau konektivitas menuju ke bandara tersebut masih sangat terbatas, bandara itu sepi menjadi tidak optimal penggunaannya,” ujar AHY.

Dia juga menyinggung pembangunan sektor pariwisata yang sulit berkembang apabila akses menuju kawasan wisata tidak dipersiapkan dengan baik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Membangun sektor pariwisata tapi tidak terjangkau menuju ke sana juga akan sulit untuk bisa sukses dan lain-lain,” ucap AHY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Janji Dalami Aduan soal Pengadaan Ambulans Bekasi yang Diduga Rugikan Negara
• 21 jam laludisway.id
thumb
Jogja Financial Festival 2026 Day 2 Hadirkan Diskusi Bersama Pakar hingga Penampilan Juicy Lucy
• 14 menit lalubeautynesia.id
thumb
KAI Pastikan Layanan Mulai Normal, Meski Beberapa KA dari Pasar Senen Masih Molor
• 19 jam laludisway.id
thumb
Rahasia Nia Ramadhani Tetap Glowing, Hindari Overthinking dan Rutin Treatment
• 14 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Jaksa KPK Ungkap Catatan Setoran Uang ke Sekda Ponorogo Agus Pramono
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.