Jangan Kencing Berdiri, Peneliti Ingatkan Bahaya Ini Mengintai

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Warga melewati spanduk larangan encing di pinggir Jakarta, 'Kena' Rp 20 Juta di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (23/2/2023). (CNBC Indonesia/Suhendra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan pria buang air kecil sambil berdiri selama ini dianggap normal dan praktis. Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa posisi duduk saat buang air kecil bisa memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik, terutama bagi pria yang mulai memasuki usia lanjut.

Hasil survei YouGov menunjukkan bahwa di 13 negara, sebagian besar pria mengaku selalu kencing berdiri. Satu-satunya negara yang mayoritas populasi prianya buang air kecil duduk adalah Jerman. Sekitar 60 persen pria di Jerman selalu memilih kencing duduk daripada kencing berdiri.

Kebiasaan pria di Jerman bertolak belakang dengan pria di Amerika Serikat dan Singapura. Hanya 23 persen pria di AS yang lebih suka kencing duduk di toilet. Pria yang lebih suka kencing duduk di Singapura hanya 20 persen.


Sebaliknya, sekitar 10 persen pria di Jerman menyatakan tidak pernah kencing duduk. Di Singapura, pria yang menolak kencing duduk mencapai 32 persen.

Menurut YouGov, yang dikutip oleh IFLScience, pria Jerman tetap memilih untuk kencing duduk meskipun di kosakata bahasa Jerman, ada sebutan khusus untuk pria yang kencing duduk, yaitu "sitzpinkler".

Faktanya, padahal, urologis menyatakan bahwa kencing berdiri tidak sehat dibanding kencing duduk. Selain itu, kencing duduk lebih higienis karena bekas buang air kecil tidak tepercik ke mana-mana.

Gerald Collins dari Alexandra Hospital menyatakan kepada Telegraph kencing duduk lebih cepat dan lebih mudah mengosongkan kandung kemih, karena tubuh ada di posisi yang santai.

Selain itu, posisi duduk juga makin sehat seiring pria bertambah usia. Makin tua, potensi prostat membesar makin mengancam. Pria yang mengidap kondisi ini bakal sulit mengosongkan kandung kemihnya sehingga rentan dari infeksi saluran kandung kemih dan batu ginjal.

Studi yang membandingkan antara pria yang terbiasa kencing berdiri dan duduk yang mengidap gejala saluran kemih bawah atau Lower Urinary Tract Sympotms (LUTS), menunjukkan bahwa posisi duduk memperlancar aliran kencing.

"Kami menyimpulkan bahwa posisi duduk adalah posisi terbaik untuk pria yang punya masalah buang air kecil, karena prostat yang membesar. Di pria yang sehat, tidak ada perbedaan ditemukan. Ini penting, karena sisa air seni di saluran kemih bisa menimbulkan banyak komplikasi," kata Collins.

Meskipun saat ini perbedaan menyolok hanya ditemukan di pria yang prostatnya membesar, sekitar 90 persen dari pria di usia 80-an mengidap kondisi ini. Oleh karena itu, ada baiknya membiasakan sejak dini.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Infrastruktur Data Perkuat Daya Saing Bisnis Ekonomi Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinyal Hijau Sebelum KA Tabrak KRL di Bekasi, Menhub Tunggu Hasil KNKT
• 23 jam laludetik.com
thumb
Bayarkan Klaim Rp47 Miliar, ASABRI Pastikan Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja bagi Peserta
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Penumpang JakLingko Cantik Ini Ungkap Awal Mula Dianiaya ODGJ
• 26 menit laluokezone.com
thumb
Kesalahan Pakai Sunscreen yang Masih Sering Dilakukan Warga Indonesia
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Indonesia jadi tuan rumah perdana Asian Gym for Life Challenge 2026
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.