Wanita Ditabok di JakLingko, Pelakunya Ternyata ODGJ Baru Keluar RS Jiwa

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Seorang perempuan ditabok hingga ditendang oleh sesama penumpang di angkutan JakLingko rute Lebak Bulus-Cipulir. Kejadian ini pun kemudian viral di media sosial.

Kasus penganiayaan itu terjadi di dalam JakLingko 49 nomor RSG 1779 di kawasan Jalan Ulujami Raya atau kolong Tol Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (20/5). Korban diketahui bernama Berliana, yang langsung melapor ke Polsek Pesanggrahan usai kejadian.

Polisi mengungkap, pelaku berinisial NS (30) ternyata merupakan bekas pasien yang belum genap setahun keluar dari rumah sakit jiwa (RSJ).

“Ini kejadian terjadi kurang lebih dua hari yang lalu di dalam angkutan JakLingko 49 dengan nomor RSG 1779 rute Lebak Bulus-Cipulir. Di mana lokasi TKP kejadian berada di Jalan Ulujami Raya atau di Kolong Tol Ulujami. Di mana Mbak Berliana mendapatkan tindakan fisik kekerasan, ada pemukulan dan juga penendangan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial RS,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan, Sabtu (23/5).

Seala mengatakan, korban langsung datang ke Polsek Pesanggrahan setelah insiden terjadi untuk membuat laporan polisi dan menjalani pemeriksaan, termasuk visum. Pada malam harinya, video penganiayaan tersebut juga viral di media sosial.

“Pada saat terjadi kejadian tersebut, pihak Mbak Berliana sendiri langsung mendatangi Polsek Pesanggrahan, dilakukan pemeriksaan oleh unit Reskrim, didampingi pendampingan visum. Setelah itu memang malam-malamnya viral video, itu memang sudah berjalan beriringan,” ujarnya.

Polisi kemudian bergerak cepat mengusut kasus tersebut dan mengamankan terduga pelaku. Hasil penelusuran menunjukkan NS diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

“Untuk terduga pelaku sendiri sudah kami amankan. Terduga pelaku sendiri berinisial NS, usia 30 tahun. Untuk saat ini memang belum genap, kurang lebih 1 tahun, yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ atau Rumah Sakit Jiwa karena ada mengalami gangguan mental atau gangguan kejiwaan,” tutur Seala.

Menurut dia, pihak kepolisian kini menggandeng Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan terhadap pelaku, termasuk pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit jiwa guna menjalani uji klinis.

“Dinsos juga nanti akan bekerja sama dengan pihak dari Rumah Sakit Jiwa ya Pak ya, untuk melakukan uji klinis terhadap pelaku. Nanti hasilnya seperti apa, yang pasti kasus ini akan kita tangani sesuai dengan aturan atau prosedur yang berlaku,” katanya.

Korban Ditampar hingga Ditendang di Dalam Angkot

Korban, Berliana, menceritakan pelaku awalnya naik dari kawasan Kolong Tol Bintaro dan tampak seperti penumpang biasa. Namun situasi berubah ketika pelaku tiba-tiba membentak penumpang lain terkait kartu pembayaran JakLingko.

“Awalnya itu dia naik dari Kolong Tol Bintaro, terus dia masuk duduk di barisan belakang sopir tapi paling pojok,” ujar Berliana.

Menurut Berliana, pelaku sempat marah karena mesin tap kartu bermasalah. Penumpang lain lalu mencoba menjelaskan bahwa alat pembayaran sedang error.

“Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu, kayak ‘Mau di-tap-in nggak kartunya?!’. ‘Kalau ditanya apa jawab apa!’, gitu kan,” kata dia.

Tak lama setelah itu, saat korban hendak membantu penumpang lain turun, pelaku tiba-tiba menamparnya.

“Tiba-tiba ditampar aja sebelah kiri gitu. Terus saya kaget, ‘Kenapa ditampar?’, gitu. Terus dia balik lagi ngomong kayak ‘Lu ditanya apa jawab apa!’,” ucapnya.

Korban sempat merekam kejadian tersebut. Namun aksi kekerasan berlanjut hingga beberapa kali tamparan dan tendangan.

“Ya kurang lebih ditabok 4 sampai 5 kali, tendangnya satu sampai dua kali sih, saya juga lupa karena kejadiannya terlalu cepat juga sih,” ujarnya.

Usai kejadian, Berliana sempat bingung memilih tetap berangkat kerja atau melapor ke polisi. Ia akhirnya memutuskan turun di Cipulir dan membuat laporan dalam kondisi syok.

“Saya masih mikir ini laporan atau kerja. Akhirnya saya turun di Cipulir, ya udahlah laporan aja gitu dalam kondisi tidak stabil, nggak enak badan juga kan,” katanya.

Ayah Pelaku Minta Maaf

Dalam konferensi pers di Polsek Pesanggrahan, ayah pelaku, Suhari, menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan publik atas tindakan anaknya.

“Saya secara pribadi, saya mohon maaf sedalam-dalamnya apabila anak saya yang telah menyusahkan orang lain,” ujar Suhari.

“Saya mohon maaf apabila anak saya itu memang kondisi dan situasinya fisiknya memang agak kurang,” sambungnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kecamatan Pesanggrahan akan mendampingi proses pemeriksaan pelaku ke rumah sakit jiwa sesuai rekam medis yang dimiliki. Polisi menegaskan proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan sembari menunggu hasil uji klinis kejiwaan.

“Untuk kasus hukumnya sesuai prosedur yang berlaku sambil tadi disampaikan oleh Dinsos, Dinsos melakukan pendampingan ke rumah sakit jiwa yang sesuai dengan rujukannya, dari rekam medisnya, dan nanti menunggu uji klinis,” kata Seala


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube, Berikut Link Nontonya
• 17 jam laludisway.id
thumb
Kenali Sisi Lain Kota, Hotel di Yogya Ini Ajak Tamu Jelajahi Kampung dan Pasar
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Jaksel minta pedagang dan pengurus Koperasi Merah Putih pilah sampah
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Dedi Mulyadi Siapkan Bonus jika Persib Juara Liga: Ada Tenang Aja!
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
• 23 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.